Detail

Minimnya Literasi Digital Penyebab Banyak Netizen yang Baperan

Friday, 3 September, 2021, 1:25 WIB
Penulis: Muh Ari

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ismail Cawidu menyatakan bahwa banyaknya pengguna internet yang belum cakap digital menjadikan orang-orang itu lebih mendahulukan perasaan ketimbang akal saat membaca suatu informasi.

“Teknologi makin berkembang tetapi belum di imbangi dengan produktifitas yang baik yaitu cenderung konsumtif. Kenapa di era sekarang perlu cakap digital? Orang-orang yang tidak cakap digital pasti akan mendahulukan perasaan, suka baperan,” jelas Ismail dalam diskusi dalam diskusi online tema “Millenial Makin Cakap Digital”, Kamis (02/09/2021).

Ismail menjelaskan bahwa Indonesia memiliki open sky policy kebijakan langit terbuka, yaitu seluruh konten yang ada dari berbagai belahan manapun di dunia ini bebas masuk kedalam gadget, negara tidak membatasi.

Menurutnya, hasil penelitian menunjukan pada umumnya orang-orang di Indonesia dia menggunakan 11 jam setiap di hari digadget.

“Orang-orang yang sudah cakap digital pasti dia akan mendahulukan fikiran, selalu berfikir kritis setiap menerima informasi dia selalu menelaah terlebih dahulu apakah benar informasi tersebut,” jelasnya lagi.

Pada diskusi yang sama, Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig menilai masyarakat harus memperbanyak literasi digital. Sebab dalam situasi pandemi, masyarakat dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan dunia digital.

“Kita dipaksa mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap harus bergegas untuk meningkatkan operasi digital,” kata Rizki.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini dalam posisi ‘berlari’. Saat seseorang belulm sempat mempelajari sebuah teknologi, orang lainnya sudah membuat terobosan-terobosan baru.

“Jangan sampai menjadi bangsa Indonesia khususnya generasi milenial yang tertinggal dengan perkembangan teknologi,” katanya.