Minggu, 29 Nov 2020 | WIB

Menjelang Hari Sumpah Pemuda, Kapitra: Pemuda Indonesia Jangan Cemen dan Baperan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 26 Oktober 2020, 15:08 WIB
MCMNEWS.ID | Kapitra Ampera, Politisi PDIP. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – 28 Oktober menjadi tanggal bersejarah yang selalu diperingati setiap tahunnya. Ikrar para Pemuda Pemudi di Nusantara yang merupakan semangat cita-cita berdirinya Negara Indonesia.

Sumpah Pemuda menegaskan pengakuan tumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Ketua Umum Tim Advokasi Pembela Agama dan Negara (TAPA), Kapitra Ampera, mengatakan, Semangat Putra Putri Indonesia saat itu dalam asa untuk mendirikan Negara Indonesia, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan melawan kolonialisme dan penjajahan di bumi pertiwi.

Kapitra menjelaskan, berbeda dengan saat ini, semangat Putra Putri Indonesia saat ini justru disalurkan untuk hal-hal yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jika Pemuda zaman itu telah berjuang mencapai kemerdekaan, maka tugas pemuda saat ini adalah bertanggungjawab untuk menjaga kerukunan dan membangun karya-karya agar dapat berkompetisi secara global” kata Kapitra dalam keterangan tertulis yang diterima Mcmnews.id, Senin, (26/10/2020).

“Sebagaimana pernyataan Bung Karno, ‘Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncang dunia’, Hal itu bukan sekedar kata namun memiliki makna yang dalam, Bung Karno percaya Pemuda Indonesia layak untuk bersing dengan negara-negara lain didunia,” lanjutnyan

Politisi PDI Perjuangan Itupun mengungkapkan, sumpah Pemuda mestinya mengingatkan kita pada kewajiban untuk membangun bangsa dan menjaga kerukunan dan persatuan, serta menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda.

Menurutnya, pemuda saat ini sangat ‘cemen dan baperan’ sehingga mudah terprovokasi untuk melakukan demonstrasi.

“Sudah saatnya Pemuda Pemudi merubah cara penyaluran aspirasi dari demonstrasi kepada dialog, musyawarah agar tercapai mufakat. Cara-cara Musyawarah dan Mufakat adalah ciri dan prinsip Negara Indonesia. Melakukannya sebagai penyelesaian dari identifikasi masalah merupakan bentuk Nasionalisme,” ungkapnya.

“Pemuda saat ini harus menjadi agen masyarakat yang membangun peradaban dengan Intelektual yang konstruktif dan dinamis. Pemuda harus menjadi orang-orang yang berprestasi, mengembangkan kemampuan dan skill sehingga melahirkan karya sebagai wujud visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa terdepan di masa yang akan datang,” tandasnya.

back-to-top