Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Melonjak Tajam, Jokowi: Masifkan ‘3T’ Untuk Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 14 Juli 2020, 8:57 WIB
MCMNEWS.ID | Presiden Joko Widodo. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID  – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya bergerak cepat di lapangan untuk menyikapi kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Dampak Pandemik Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7).

Jokowi menekankan agar jajarannya terus berfokus pada pengujian, pelacakan, dan perawatan pasien yang terinfeksi Covid-19, utamanya di delapan provinsi yang masih memiliki angka penularan yang cukup tinggi.

“Konsen kita untuk memasifkan 3T, testing tracing dan treatment dengan prioritas saya minta ini diberikan prioritas khusus untuk di 8 provinsi yaitu Jatim DKI Jakarta Jabar Sulsel Jateng Sumut dan Papua,” pungkas dia.

Presiden Jokowi, juga meminta jumlah tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Harus ditingkatkan jumlah PCR tes dengan menambah laboratorium di daerah dan mobile lab.”

“Kita harapkan target yang saya sampaikan bisa tercapai, yaitu 30 ribu dan tracing penelusuran ODP dan PDP,” ujar dia.

Selain itu kata Presiden Jokowi, harus ada peningkatan fasilitas rumah sakit khususnya kasur, alat pelindung diri, obat-obatan, ventilator dan kamar isolasi di provinsi-provinsi tersebut.

“Kalau memang kekurangan agar Kementerian Kesehatan bisa menyampaikan ke Menteri Pekerjaan Umum untuk segera diselesaikan,” ujar dia.

“Kita ingin segera bergerak di lapangan karena kondisi di Jakarta laporan terakhir yang saya terima angka positive rate-nya melonjak dari 4-5 sekarang sudah 10,5 persen. Tolong betul-betul dijadikan perhatian.”

Indonesia kini memiliki 75.699 kasus Covid-19 setelah pada Minggu ada penambahan 1.681 kasus baru.

Sedangkan pasien meninggal dunia mencapai 3.606 orang, setelah bertambah 71 orang.

Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi di ASEAN dalam jumlah kasus positif maupun pasien meninggal dunia.

Penambahan kasus terbanyak terjadi di Jawa Timur sebanyak 518 orang, meningkat dari sehari sebelumnya sebanyak 409 kasus.

Selanjutnya di posisi kedua ialah DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 404 orang.

Presiden Jokowi mengatakan upaya lain untuk mengatasi lonjakan ini adalah dengan pengendalian perbatasan dan perjalanan serta transportasi lintas wilayah.

“Ini betul-betul harus kita jadikan perhatikan lagi karena imported desease dari luar negeri juga kita lihat meningkat,” ujar dia.

Selain itu kata Presiden Jokowi adalah memasifkan kembali gerakan nasional disiplin protokol kesehatan mengenai jaga jarak penggunaan masker, cuci tangan.

back-to-top