Detail

Megawati Mengaku Nangis Dengar Presiden Dihina: Ada yang Bilang Jokowi Kodok

Thursday, 19 August, 2021, 8:37 WIB
Penulis: Bang Noy

MCMNEWS.ID   –    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengaku sedih lantaran masih banyak orang yang kerap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal, menurutnya, Jokowi sudah berjuang keras untuk rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih, yang disiarkan melalui kanal YouTube Pemprov Bali, Rabu (18/08/2021).

“Coba lihat Pak Jokowi ya. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus loh. Mikir kenapa? Mikir kita lho, mikir rakyat lho. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi ‘kodok’-lah,” kata Megawati sembari menangis. Suara Megawati terdengar tercekat.

Menurut dia, orang-orang yang menghina Jokowi itu tidak memiliki moral. Megawati juga menilai mereka pengecut. Ia meminta orang-orang yang menjelekkan Jokowi bersikap jantan.

“Kita mesti jadi berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan,” kata Megawati.

Megawati juga meminta orang-orang yang selama ini mengatakan pemerintah gagal untuk datang bertemu langsung dengan Jokowi. Dia meminta mereka menunjukkan di mana kegagalan yang dimaksud itu.

“Saya sangat sedih kalau banyak orang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi. Pak Jokowi gagal, pemerintah kita gagal. Saya hanya ingin orang itu sebenarnya datang baik-baik bertemu dengan Pak Jokowi dan mengatakan kegagalannya di mana dan konsep dari orang itu untuk supaya tidak gagal,” tutur dia.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan, di usia 76 tahun Kemerdekaan, banyak warga Indonesia yang mulai berpikir egosentris. Menurutnya, banyak orang yang tidak senang ketika ada orang senang.

“76 tahun suara-suara dari warga bangsanya sendiri itu menurut saya seperti mulai berkurang. Berkurang elan perjuangannya seperti api nan tak kunjung padam. Mulai berpikir egosentris, mulai melihat orang, kalau orang bahasa Arab itu sirik. Kok kalau orang senang tidak senang ya. Aneh buat saya,” kata Megawati.

Menurut Megawati, jika memiliki ketidaksukaan pada seseorang, tidak seharusnya kita menghujat. Dia pun mencontohkan saat Presiden ke-2 RI Soeharto diturunkan dan kemudian dihujat banyak orang.

“Kami kebetulan dididik oleh orang tua sangat luar biasa, diajari moral dan etika. Kalau kamu ndak seneng sama orang, lebih baik kamu tidak menghujat. Sudah berhenti saja, diam saja. Ketika Presiden Soeharto jatuh, orang maunya menghujat. Coba saja boleh tanya, saya bilang berhentilah menghujat Pak Harto, apakah kita bukan bangsa yang berkepribadian dengan Pancasila. Masa kalau orang sudah jatuh ditimpa tangga lagi seperti ayah saya ya. Ke mana kebesaran jiwa bangsa,” tuturnya.