Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Mahfud MD: Pemerintah Jamin Berkas Kasus Jiwasraya dan Djoko Tjandra di Kejagung Aman

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 23 Agustus 2020, 20:21 WIB
MCMNEWS.ID | Mahfud MD, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). (Dok: Humas Kemenko Polhukam)

MCMNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md angkat bicara mengenai kebakaran di Kejaksaan Agung (Kejagung). Mahfud menjamin semua berkas perkara terutama dari kasus-kasus menonjol yang ditangani Kejagung aman dari sentuhan api.

“Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya bahwa berkas-berkas perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung di mana yang saat ini sangat menonjol ada 2 perkara yaitu kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa Pinangki dan kasus Jiwasraya itu data-datanya, berkas-berkas perkaranya aman, 100 persen aman,” kata Mahfud dalam keterangan pers secara daring, Minggu (23/8/2020).

Dia menjamin pemerintah tidak akan menutupi proses penyelidikan peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) malam.

Mahfud mengatakan semua pihak harus bersabar menunggu dan tidak berspekulasi sebelum ada proses penyelidikan kasus kebakaran Kejagung RI.

Sebagai jaminan, dia akan turun langsung memastikan berkas tersebut benar-benar aman dan kasus hukum tersebut serta kasus lainnya dapat berjalan meski kebakaran melahap habis Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Menurut Mahfud, dirinya akan teliti dan terus mengikuti perkembangan dalam kasus Jaksa Pinangki. Selain itu proses hukum dalam perkara ini harus berjalan secara transparan. Lagipula, kata eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini, di zaman modern seperti sekarang ini pemerintah tidak mungkin mampu membohongi masyarakat.

“Tidak mungkin pemerintah itu berbohong, menyembunyikan sesuatu dalam situasi seperti ini. Karena sekarang masyarakat itu punya alatnya sendiri untuk tahu dan membongkar,” tegas dia.

“Oleh sebab itu, pemerintah tidak pernah ada niatan untuk menyembunyikan kasus, menyembunyikan orang, dan sebagainya,” imbuhnya.

Selain mengenai keamanan berkas, Mahfud juga memastikan bahwa 25 tahanan yang dievakuasi dari Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung akibat kebakaran dahsyat tersebut saat ini berada di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan dalam kondisi sehat.

“Kami pastikan bahwa mereka sekarang ditahan semuanya di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujarnya.

Meski berusaha meyakinkan publik mengenai kasus dan keadaan para tahanan, namun Mahfud mengatakan pemerintah tak akan menghalangi siapapun yang ingin mencari data sendiri dan memberikan masukan terhadap pemerintah.

“Saya kira pemerintah menyadari betul tidak bisa melakukan apapun dengan cara ‘cilukba’, sembunyi-sembunyi terhadap sesuatu dan menonjolkan sesuatu yang lain. Itu sudah tidak mungkin pemerintah melakukan itu,” katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 22 Agustus pukul 19.10 WIB gedung milik Korps Adhyaksa itu terbakar api yang diperkirakan berasal dari lantai tiga. Hanya saja hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebabnya. 

Setelah terbakar selama hampir 12 jam, api akhirnya padam sekitar pukul 06.28 WIB. Total ada 65 mobil pemadam termasuk dua unit Bronto Skylift yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Adapun untuk renovasi gedung ini, nantinya akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, gedung ini masuk ke dalam bangunan cagar budaya yang dilindungi.

back-to-top