Kamis, 29 Okt 2020 | WIB

Mahasiswa UMJ Kembali Ditangkap Usai Dilepaskan, Ma’mun Murod: Pemerintah Terlalu Paranoid

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 13 Oktober 2020, 20:36 WIB
MCMNEWS.ID | Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, Ma'mun Murod Albarbasy. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Wakil Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, Ma’mun Murod Albarbasy angkat bicara menyoal kembali ditangkapnya salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Muhammad Fakhir Naufal.

Menurut Ma’mun, kembali ditangkapnya mahasiswa yang sebelumnya telah dikeluarkan dari Polda Metro Jaya tersebut telah menandakan bahwa Pemerintah saat ini paranoid.

“Ya itu tadi (Pemerintah terlalu) paranoid, terlalu berlebihan, apa si yang kemudian istilahnya bahayanya mahasiswa itu dimana?,” kata Mamun kepada Mcmnews.id, Selasa, (13/10/2020).

“Apa kemudian urgensinya (penangkapan mahasiswa), lepas saja gak ada masalah. Tapi kemudian itu (malah) ditangkap,” lanjutnya.

Ma’mun yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UMJ itupun mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Menurutnya, Kepolisian terkesan seakan sewenang-wenang memperilakukan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.

“Apakah karena merasa sedang berkuasa seperti itu, ataukah kemudian Kepolisian juga sewenang-wenang,” tegasnya.

“Itu kan saya kira patut dikecam habis perilaku atau kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh aparat,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, menurut informasi yang dihimpun Mcmnews.id, salah seorang mahasiswa UMJ, Muhammad Fakhir Naufal, ditangkap oleh Satreskrim Polda Metro Jaya dikediamannya pada pagi dini hari sekitar pukul 04.00.

Sebelumnya Naufal dikabarkan telah ditangkap terkait aksi penolakan UU Omnibus Law pada Kamis, (8/10/2020), namun berhasil dikeluarkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tridharma Indonesia (TI).

back-to-top