Selasa, 22 Sep 2020 | WIB

Ketua MPR: Jika Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pertimbangkan Tunda Pilkada 2020

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 12 September 2020, 21:14 WIB
MCMNEWS.ID | Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

MCMNEWS.ID – Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 bakal digelar Desember mendatang, dan prosesnya kini sudah memasuki pendaftaran para calon ke KPU.

Beberapa pihak justru mengkhawatirkan pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemic Covid-19.

Pilkada serentak dikhawatirkan menjadi klaster terbaru, sehingga banyak yang mengusulkan ditunda atau digelar dengan beberapa catatan.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo, menilai pemerintah dan KPU perlu mempertimbangkan kebijakan menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 apabila kasus pandemi Covid-19 terus meningkat.

Ia meminta pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri dan KPU, terus memantau dan mengawasi perkembangan kasus Covid-19 di 45 daerah yang akan melaksanakan Pilkada namun masuk zona merah, dan daerah-daerah lainnya yang menyelenggarakan Pilkada di seluruh Indonesia.

“Langkah itu apabila situasi pandemi masih terus mengalami peningkatan, perlu dipertimbangkan secara matang mengenai pengunduran jadwal pelaksanaan Pilkada 2020,” kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Ia meminta Kementerian Dalam Negeri dan KPU, untuk tidak memaksakan Pilkada dilaksanakan pada 2020 apabila situasi cukup riskan, dikarenakan kesehatan masyarakat saat ini wajib menjadi prioritas bersama.

Ia juga mengomentari terkait ada 45 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2020 termasuk dalam zona merah Covid-19.

“Saya mendorong pemda di 45 daerah berzona merah itu memastikan meningkatkan disiplin protokol kesehatan, guna mencegah penularan Covid-19 dan menghindari klaster Pilkada,” ujarnya.

Dia menilai banyak pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi pada masa proses tahapan Pilkada.

Sehingga perlu diambil sikap tegas dari awal, apabila pelanggaran masih berpotensi banyak dilakukan dalam berbagai tahapan Pilkada ke depannya.

Pada sisi lain, sudah lebih dari 210.000 kasus Covid-19 terjadi di Indonesia dengan korban jiwa lebih dari 8.500 jiwa. Tidak kurang 110 dokter dan sekitar 70 paramedik meninggal dalam tugas merawat pasien Covid-19 atau berkaitan dengan virus Corona baru ini. Jumlah kasus harian juga cenderung semakin meningkat, dimana jumlah tertinggi terjadi kemarin (10/9), yaitu di atas 3.800 kasus baru.

back-to-top