Jumat, 10 Jul 2020 | WIB

Kecewa Kinerja Menteri, Jokowi Sebut Tak Segan Lakukan Reshuffle

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 28 Juni 2020, 20:41 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID –   Presiden Joko Widodo marah kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara lantaran tidak maksimal bekerja di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran kabinet untuk melakukan kerja ekstra dalam menangani pandemi virus Corona.

Perombakan atau sebuah pergantian dalam kabinet pemerintahan adalah sebuah hal wajar dilakukan presiden.

Jokowi marah saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni lalu. Video rekaman saat Jokowi marah diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden pada hari ini, Minggu (28/6).

Video Presiden Jokowi tersebut baru dikeluarkan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada “channel” Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu.

Dalam arahan tersebut, Presiden Jokowi bahkan membuka opsi “reshuffle” menteri atau pembubaran lembaga yang masih bekerja biasa-biasa saja.

Presiden mengatakan, beberapa menteri  yang masih bekerja biasa-biasa saja saat pandemi COVID-19 untuk mengubah cara kerjanya.

“Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih, langsung mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap suasana yang terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Jokowi mengajak para Menteri dalam kabinetnya untuk memiliki rasa pengorbanan yang sama terkait krisis kesehatan dan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini di tengah masa pandemi virus corona (covid-19).

“Suasana dalam tiga bulan ke belakang ini dan ke depan, mestinya yang ada adalah suasana krisis. Kita juga mestinya juga semuanya yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggung jawab. Kita yang berada di sini ini bertanggung jawab kepada 267 juta penduduk Indonesia. Ini tolong digarisbawahi, dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama,” kata Presiden Jokowi.

back-to-top