Detail

Ini Capaian Menteri KKP Trenggono di 100 Hari Pertamanya Menggantikan Edhy Prabowo

Selasa, 6 April, 2021, 19:20 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Wahyu Sakti Trenggono, menunjukan ketegasan dalam 100 hari kepemimpinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggantikan Edhy Prabowo yang terjerat kasus korupsi.

Bukan hanya terhadap kapal ikan asing pelaku illegal fishing, kapal-kapal Indonesia yang melanggar ketentuan operasional pun ditindak tegas.

Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Antam Novambar, mengatakan, total ada 67 kapal ikan ditangkap dan 26 kapal ikan asing ilegal ditenggelamkan pada periode Januari sampai dengan Maret 2021.

“Ada 67 kapal yang ditangkap dan diproses hukum dan 67 kapal ilegal yang ditenggelamkan bersama dengan Kejaksaan RI pada triwulan pertama tahun 2021 ini,” ungkap Antam Novambar, dikutip dari laman resmi KKP, Selasa, (6/4/2021).

Antam menjelaskan, dari 67 kapal yang ditangkap terdapat tujuh kapal ikan asing yaitu lima kapal berbendera Malaysia ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka, dan dua kapal ikan berbendera Vietnam ditangkap di WPPNRI 711 Laut Natuna Utara.

“Wilayah rawan illegal fishing masih di Selat Malaka dan Laut Natuna Utara,” tutur Antam.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Ipung Nugroho Saksono, menyebut, selain kapal ikan asing, pada triwulan pertama tahun 2021 KKP juga melakukan penertiban terhadap 60 kapal ikan berbendera Indonesia di berbagai perairan di Indonesia.

Dikatakan Ipung, penertiban dilakukan karena kapal-kapal tersebut melakukan pelanggaran daerah penangkapan ikan maupun tidak memiliki perizinan sesuai dengan ketentuan. 

”Kami tertibkan agar tidak terjadi penangkapan berlebih (overfishing),” ungkap Ipung Nugroho Saksono.

“Kalau tidak ditertibkan, ada potensi peningkatan konflik dengan nelayan setempat,” tandasnya.