Detail

Ini Aturan Baru Kementerian Perhubungan Tentang Mobilitas Transportasi Darat, Laut dan Udara

Jumat, 22 Oktober, 2021, 13:49 WIB
Penulis: Irfan

MCMNEWS.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan surat edaran (SE) terbaru terkait dengan aturan pelaku perjalanan di berbagai moda transportasi. Baik darar, laut maupun udara.

Surat Edaran tersebut dikeluarkan dengan tujuan untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 selama perjalanan.

Juru Bicara (Jubir) Kemenhub, Adita Irawati,

“SE ini mengatur sejumlah hal teknis sebagai petunjuk pelaksanaan operator, prasarana, sarana serta calon penumpang di tiap moda transportasi,” kata Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, dikutip dari PMJNews, Jumat (22/10/2021).

Sebayak 4 SE diterbitkan, antara lain SE Kemenhub Nomor 86 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat dan SE Kemenhub Nomor 87 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Laut.

Kemudian, SE Kemenhub Nomor 88 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara. Terakhir, serta SE Kemenhub Nomor 89 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian.

Adita mengungkapkan, keempat SE resmi ditetapkan dan berlaku pada Kamis, 21 Oktober 2021. Namun, untuk SE Kemenhub Nomor 88 Tahun 2021 baru efektif pada Minggu, 24 Oktober 2021 pukul 00.00 WIB. Untuk transportasi pesawat, kapasitas bandar udara dan kapasitas penumpang yang diizinkan sebanyak 70% dari kapasitas.

Lanjut Adita, dengan tetap menyediakan tiga baris kursi kosong untuk penumpang yang bergejala.

Sementara untuk kapasitas transportasi di wilayah PPKM level 4 dan 3 maksimal 70%, sementara wilayah PPKM level 2 dan 1 diizinkan dengan kapasitas 100%.

“Lalu, untuk transportasi laut di wilayah yang masuk dalam PPKM level 4 kapasitas yang diizinkan maksimal 50 persen, wilayah level 3 kapasitasnya 70 persen serta di level 1 dan 2 kapasitas maksimalnya sebanyak 100 persen,” terang Adita.

Kemudian untuk transportasi menggunakan perkeretaapian antakota maksimal kapasitas 70%. Kapasitas untuk kereta komuter satu wilayah atau wilayah aglomerasi untuk KRL maksimal kapasitas 32%.

“Untuk kereta api lokal antar kota kapasitas yang diizinkan sebanyak 50%,” pungkasnya.