Detail

Ingatkan Tidak Manfaatkan Pandemi Untuk Memperkaya Diri, DPR: Jangan Manfaatkan Situasi

Senin, 5 Juli, 2021, 19:39 WIB
Penulis: Ginan

MCMNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Amin, meminta para pengusaha tabung oksigen medis maupun depot isi ulang oksigen untuk tidak berlaku ‘aji mumpung’ dengan memanfaatkan situasi menaikkan harga secara tidak wajar ketika permintaan terhadap tabung tersebut meningkat.

Menurut Amin, pengusaha harus berempati pada masyarakat yang saat ini sedang menderita akibat lonjakan Covid-19.

“Naiknya permintaan atau omzet saja sudah untung besar kok, janganlah ditambah dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Jangan terus cari keuntungan, berempatilah pada rakyat,” kata Amin, dikutip dari Parlementaria, ditulis Senin (5/7/2021).

Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir berdampak pada lonjakan permintaan tabung gas di tengah masyarakat. Keterbatasan daya tampung rumah sakit juga menyebabkan tingginya masyarakat terpapar Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, padahal banyak yang mengalami gejala sesak nafas dan angka saturasi oksigen di dalam darahnya turun.

Kondisi tersebut, kata Amin, memicu panic buying oleh sebagian masyarakat sehingga banyak yang memborong tabung-tabung oksigen. Akibatnya terjadi kelangkaan tabung dan selang oksigen yang kemudian juga berdampak naiknya harga tabung secara tidak wajar.

“Di beberapa daerah ada yang menaikan harga hingga 3-4 kali lipat dari harga normal. Ini kan aji mumpung,” ujarnya.

Pembelian langsung oleh masyarakat umum secara besar-besaran berdampak pada terganggunya pasokan untuk rumah sakit, khususnya tabung gas kecil. Masyarakat diminta Amin untuk mendahulukan pasien Covid-19 yang memang kondisinya sudah berat.

Amin juga meminta Kementerian Perindustrian untuk memaksimalkan produksi oksigen medis sesuai kapasitasnya. Saat ini utilitas rata-rata industri gas oksigen medis baru mencapai 75 persen dari kapasitas terpasang sebesar 866.100 ton per tahun, sehingga masih ada idle capacity sekitar 216.500 ton per tahun.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kabareskrim tidak segan-segan mengambil tindakan hukum tegas kepada siapa pun yang menaikkan harga oksigen secara tidak wajar. Terutama demi mendapatkan keuntungan pribadi di kala pandemi Covid-19 ini.

Herman Hery berharap Polri turut memberi perhatian pada upaya menjamin ketersediaan kebutuhan medis seperti suplai oksigen untuk rumah sakit hingga obat-obatan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Saat ini, selain peningkatan penyebaran Covid-19, satu hal yang menjadi keprihatinan bersama adalah soal ketersediaan oksigen di rumah sakit untuk perawatan penderita Covid-19,” kata Herman Hery

Menurut Hery, jangan sampai kondisi pandemi saat ini menjadi ‘lahan’ untuk memperkaya diri bagi mafia yang menimbun obat-obatan hingga terjadi lonjakan harga yang tidak terjangkau masyarakat.

Sebab, lanjut Hery, beberapa keluhan terkait kelangkaan dan kenaikan harga sempat dikeluhkan masyarakat. 

“Demikian juga dengan obat-obatan, seperti Ivermectin, yang tengah diuji klinis BPOM sebagai obat terapi pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19. Belakangan terdengar keluhan dari masyarakat mengenai kelangkaan dan lonjakan harga obat tersebut,” tandasnya.