Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Ferdinand Hutahaean : Siapapun Tidak Boleh Melecehkan Perempuan, Apalagi Tokoh Publik & Politisi

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 07 September 2020, 10:04 WIB
MCMNEWS.ID | Ferdinand Hutahaean. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID – Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, angkat bicara menyoal kasus cuitan Cipta Panca Laksana yang disebut mengandung unsur pelecehan seksual terhadap bakal calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Ferdinand mengatakan, dia mendukung keponakan Prabowo itu untuk menempuh jalur hukum agar memberikan pembelajaran bagi laki-laki untuk lebih menghargai perempuan.

“Ya jelas itu pelecehan terhadap kehormatan perempuan. Twit saya kan jelas mendukung Saras menempuh jalur hukum untuk pembelajaran bagi laki-laki yang tak bisa menghormati perempuan secara pantas,” kata Ferdinand kepada Mcmnews.id, Minggu, (6/9/2020).

Ferdinand menyebut, tidak ada yang boleh melecehkan seorang perempuan, lanjut Ferdinand, apalagi pelakunya adalah tokoh publik atau politisi.

“Supaya dimanapun dan siapapun agar tidak melecehkan wanita dengan alasan apapun. Wanita bukan untuk dilecehkan, apalagi pelakunya tokoh-tokoh publik dan politisi,” tegasnya.

Sebelumnya, dihubungi terpisah, bakal calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyebut, bahwa dirinya masih mempertimbangkan untuk melapor ke polisi terkait cuitan politisi Partai Demokrat yang mengandung unsur pelecehan seksual.

Namun, dikatakan Saraswati, tindakan pelecehan seksual secara verbal maupun fisik tidak bisa ditolerir.

“Tentunya yang saya tekankan, seperti yang saya sampaikan, dalam hal ini saya menghimbau sekali lagi, bahwa tindakan pelecehan seksual secara verbal maupun fisik itu tidak bisa ditolerir,” kata Saraswati, ketika dikonfirmasi, Minggu malam, di Ciputat, Kota Tangsel, Minggu, (6/9/2020)

Sementara itu, disisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel juga ikut angkat bicara soal cuitan ‘’Paha calon wakil walikota Tangerang Selatan’’ yang ditulis politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana.

“Elit Partai Demokrat miskin ide, cuitan sosmednya tidak bermoral. Seharusnya politik itu membangun peradaban, melihat perempuan itu sebagai jalan kebudayaan. Perempuan itu kepakan sayap Indonesia Raya dan sederajat dengan laki-laki bukan sebaliknya malah merendahkan martabat perempuan,” kata Wanto, Minggu (6/9/2020).

back-to-top