Detail

Dukung Ganjar Jadi Capres, Pengurus DPLN PDIP Jerman: Partai Harus Dengar Aspirasi Masyarakat

Kamis, 14 Oktober, 2021, 22:48 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Jerman, Ronald Christian Adelius, secara gamblang mendukung Ganjar Pranowo untuk maju menjadi Calon Presiden (Capres) pada 2024 mendatang.

Menurut Ronald, Gubernur Jawa Tengah tersebut merupakan sosok yang tepat untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 mewakili Partai ‘Wong Cilik’.

“Meski berpartai, Ganjar Pranowo adalah sosok yang mewakili rakyat. Merangkul berbagai kelompok selama untuk kepentingan bersama. Kader partai yang ikhlas untuk mengabdi kepada negara, walau berpartai,” kata Ronald, kepada Mcmnews.id, Kamis malam, (14/10/2021).

Ketua DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Banten itupun mengungkapkan, meski DPP PDI Perjuangan telah melarang kadernya untuk berbicara tentang pemilihan Presiden 2024, namun masyarakat tetap berhak menyampaikan pendapat.

Terlebih, lanjut Ronald, PDI Perjuangan merupakan partai yang menjunjung nilai-nilai demokrasi.

“Saya paham, sebagai petugas partai, mungkin saya menyalahi prosedur kepartaian. Namun dalam kehidupan partai dengan membawa nama demokrasi, kami harus membela kepentingan rakyat banyak. Bahwa aspirasi dari bawah itu tidak bisa dibungkam melalui prosedur didalam partai yang harusnya mewakili suara wong cilik,” tegasnya.

“Kami berusaha tegak lurus kepada arahan ketua kami, ibu Megawati, namun aspirasi dari masyarakat harapannya sangat besar untuk mendukung pak Ganjar Pranowo,” tambahnya.

Ronald pun menyayangkan sikap partai yang memberikan teguran keras kepada salah satu pengurus DPC PDIP Purworejo yang secara terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar Pranowo.

“Satu pukulan bagi kami bahwa kami para kader PDI Perjuangan berusaha sebaik mungkin bukan hanya sebagai petugas partai, tapi juga penyambung lidah rakyat, menegakkan tonggak-tonggak demokrasi dalam partai ini,” tuturnya.

“Dengan segala hormat kami tetap menghormati partai kami, namun untuk demokrasi di Indonesia yang bebas dan tetap terarah dalam jalurnya di dalam partai, kami perlu menyampaikan walaupun kami beresiko diberikan konsekuensi atas pelanggaran prosedur,” tandasnya.