Detail

Dorong Lansia Mengikuti Vaksin, Menkes: Setengah Kasus Kematian Covid-19 Indonesia dialami Oleh Lansia

Rabu, 2 Juni, 2021, 17:55 WIB
Penulis: MCMNEWS.ID

MCMNEWS.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Budi Gunadi Sadikin, menghimbau kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan umur lanjut usia (lansia) untuk segera mendaftarkan diri dan ikut menerima vaksin COVID-19.

Perihal ini, Budi berkaca dari banyaknya masyarakat yang berkategori lansia masih terbilang sedikit dalam penerimaan vaksin COVID-19.

“Kalau disuruh cepat- cepatan untuk vaksin, yang muda tentu lebih cepat dari yang tua. Jadi bagi keluarga yang masih punya ayah, ibu, tante, hingga paman yang usianya lansia diajak (untuk terima vaksin COVID-19). Tolong jelaskan ke mereka, kalau terkena (COVID-19) kemungkinan wafatnya lebih besar dibanding anak muda yang memiliki kemungkinan sembuh yang sangat besar,” Kata Budi, Rabu, (2/6/2021).

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengungkapkan, untuk di Indonesia tercatat, lansia hanya terverifikasi 10 persen sebagai penyumbang kasus positif COVID-19. Namun, sebesar 50 persen angka kematian tertinggi akibat COVID-19 dialami pasien yang masuk ke dalam golongan lansia.

“Setengah (kasus kematian COVID-19) itu berasal dari lansia. Oleh karena itu kita memprioritaskan vaksinasi bagi para orang tua,” Ungkap Budi.

Budi juga memastikan bahwa vaksin yang saat ini didistribusikan ke Indonesia terbukti aman dan bermanfaat menguatkan antibodi tubuh di tengah terpaan virus SARS-CoV-2.

Ia tidak menampik ada kejadian kasus kematian setelah seseorang menerima vaksin, namun kematian itu terjadi bukan karena efek dari vaksinasi tapi dari faktor eksternal. Dalam Beberapa kasus kematian yang ditemukan di antaranya berasal dari kecelakaan, serangan jantung, hingga terkena kanker.

Budi memastikan seluruh produk vaksin yang didistribusikan bersifat aman dan tentunya bermanfaat untuk tubuh penerima vaksin Covid-19.

“Ini terbukti aman, jadi Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir. Justru lebih besar risiko orang yang tidak divaksin,” Ujarnya.

Tak luput ia juga mengingatkan agar para penerima vaksin tetap menjaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan memakai masker untuk memperkecil potensi penyebaran Covid-19.

Karena vaksin bukan dimaksudkan mencegah Covid-19 tersebar, Namun, untuk tubuh agar lebih kuat dalam menyiapkan antibodi yang akan memerangi virus.

“Vaksin ini hanya membuat daya tahan tubuh kita lebih kuat. Antibodi kita bisa melawan kalau virusnya masuk. Tapi bukan mencegah virusnya terkena ke kita,” Tandas Budi.

Laporan: Irfan Kurniawan