Sabtu, 26 Sep 2020 | WIB

Dokter Reisa Broto Asmoro Ingatkan Untuk Sering Cuci Tangan Dengan Sabun Dan Air Mengalir

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 12 Juni 2020, 7:42 WIB
MCMNEWS.ID | Dokter Reisa Broto Asmoro. (Dok. BNPB)

MCMNEWS.ID – Perubahan perilaku untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru masih menjadi tantangan. Dokter Reisa Broto Asmoro mengajak semua pihak untuk melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan disiplin sebagai adaptasi kebiasaan baru.

Hal tersebut beralasan mengingat antivirus atau vaksin COVID-19 belum ditemukan sampai sekarang, Berbagai uji coba masih dilakukan dengan teliti. Namun belum dapat dipastikan waktu vaksin yang efektif dapat melindungi manusia dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini.

Mencuci tangan sangat penting mengingat bagian tubuh kita itu sebagai media pembawa kuman. Reisa mengingatkan bahwa mencuci tangan, sebagai salah satu protokol kesehatan, harus sering dilakukan dengan baik dan benar.

Ia mengatakan, lebih dari 1.000 jenis kuman, baik itu bakteri, virus, jamur dapat terbawa di tangan. Mengutip sebuah penelitian, Reisa menyebut potensi penularan kuman lebih besar pada tenaga medis yang bekerja di rumah sakit.

“Tangan kita ini, menyebarkan kuman tersebut. Maka dengan sering menyentuh atau memegang benda-benda yang ada di sekeliling kita itu bisa saja menularkan kita. Dan apabila langsung menyentuh mata, hidung dan mulut kita tanpa cuci tangan terlebih dahulu maka dapat dipastikan bakteri kuman dan terutama virus penyebab covid-19 ini akan masuk ke tubuh kita dengan mudah,” jelas Reisa.

Dokter Reisa mengajak semua pihak untuk melakukan bersama-sama gerakan untuk mencuci tangan secara massif dan massal. “Ini bukan hanya dapat memutus penularan COVID-19 tetapi dapat meningkatkan infrastruktur perilaku hidup bersih sehat,” lanjutnya.

Data survei BPS 2019 mencatat proporsi populasi perkotaan yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun mengalir di Indonesia masih di bawah 80%. 

“Angka lebih rendah lagi di populasi pedesaan. Maka mari jadikan gerakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir gerakan melawan COVID-19, sekaligus membangun sarana kesehatan untuk kepentingan semua orang,” ujarnya.

Bahwa virus dapat bertahan sampai dengan 72 jam di atas permukaan plastik dan steinless steel atau besi tahan karat. Sedangkan pada permukaan tembaga, virus dapat bertahan 4 jam, dan kurang dari 24 jam pada kertas karton.

“Jadi selalu ingat sering-sering untuk mencuci tangan. WHO menyarankan tujuh langkah cuci tangan yang benar, yaitu selama 20 detik,” ujar Reisa. 

Ia menambahkan bahwa apabila tidak dapat segera memcuci tangan, kita dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol. 

“Jadi kemanapun kita pergi selalu membawa hand sanitizer,” ujarnya. 

back-to-top