Rabu, 28 Okt 2020 | WIB

Buntut Rusuh Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Jakarta, Polisi Tetapkan 87 Tersangka, 7 Ditahan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 10 Oktober 2020, 16:36 WIB
MCMNEWS.ID | Pelaku Unjuk Rasa Tolak Pengesahan UU Omnibus Law yang tertangkap di Mapolda. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID  –  Polda Metro Jaya dan Polres jajaran mengamankan 1.192 orang pasca-kerusuhan massa, di Jakarta dan sekitarnya Kamis kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan 907 orang dipulangkan, sementara 285 dilakukan pendalaman, Jumat (9/10/2020) kemarin.

“Sekarang 87 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi yang ditahan itu baru tujuh,” ujar Yusri, Sabtu (10/10/2020).

Polda Metro Jaya menetapkan 87 demonstran yang melakukan aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) sebagai tersangka.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan terlibat tindakan anarkis di sejumlah titik di Jakarta pada Kamis (8/10/2020) lalu.

“Itu, yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka ada 87 orang,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020).

Yusri menyebut dari 87 demonstran yang sudah berstatus tersangka, polisi hanya melakukan penahanan terhadap tujuh orang.

“Tujuh orang yang ditahan. Mereka terbukti dijerat Pasal 170 terkait perusakan atau pengeroyokan terhadap petugas kepolisian,” ujarnya.

“Kami tahan itu hanya tujuh orang karena ancaman hukumannya mereka itu di atas lima tahun, dikenakan Pasal 170 KUHP,” papar Yusri.

Sementara untuk 80 orang lainnya yang menjadi tersangka tidak dilakukan penanahan, karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

Sehingga, kata Yusri, polisi tidak bisa melakukan penahanan.

Yusri menyampaikan, para tersangka merupakan kelompok anarko yang menunggangi aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa untuk membuat kerusuhan. “Iya kelompok-kelompok anarko itu,” kata Yusri.

back-to-top