Rabu, 21 Okt 2020 | WIB

Bentrok Ratusan Mahasiswa Saat Unjuk Rasa Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja di Cikarang

Avatar
Penulis: Andre Pradana
Diterbitkan: 07 Oktober 2020, 17:08 WIB
MCMNEWS.ID | Mahasiwa Bentrok Dengan Polisi Saat Unjuk Rasa Menolak Pengesahan UU Cipta Kerja di Cikarang. (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID  Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu, 7 Oktober 2020 diwarnai ricuh. 

Para mahasiswa yang mayoritas berasal dari Universitas Pelita Bangsa ini bentrok dengan personel kepolisian yang mencoba menghalau aksi. 

Berdasarkan pantauan MCMNEWS.ID, aksi demonstrasi ratusan mahasiswa itu diawali dengan aksi long march dari kampus mereka di Jalan Kalimalang menuju kawasan Jababeka sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun, langkah mereka sempat terhenti karena dihadang polisi. Setelah bernegosiasi, sempat ada kesepakatan massa hanya boleh bergerak hingga tengah kawasan Jababeka 1, tak boleh mendekati jalan tol.

Tapi, belum sampai ke titik yang disepakati, massa kembali disekat aparat keamanan. Alhasil, kata dia, mulai terjadi keributan pada sore tadi.

Sebanyak enam mahasiswa Universitas Pelita Bangsa dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis pascabentrok demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi,  Rabu (7/10).

“Enam orang dalam kondisi cukup kritis, satu mahasiswa masih dalam tindakan serius karena terus mengalami pendarahan,” ujar Humas Universitas Pelita Bangsa, Nining Yuningsih kepada wartawan, Rabu (7/10).

Enam mahasiswa dilarikan ke dua rumah sakit berbeda karena tingkat kritis yang butuh penanganan berbeda. Tiga mahasiswa dilarikan ke RS Harapan Keluarga dan sisanya ke RS Karya Medika.

Nining sekaligus membantah kabar media sosial yang menyebut satu mahasiswa UPB meninggal. Para mahasiswa yang masuk rumah sakit, kata dia, didominasi luka pendarahan pada bagian kepala hingga pelipis. 

Nining belum dapat mengonfirmasi soal luka akibat peluru karet, meski laporan dari mahasiswa yang ikut demo mengatakan demikian.

“Namun kabar mahasiswa kami meninggal dapat kami tegaskan bahwa itu tidak benar,” ujarnya.

back-to-top