Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Bantah Dorong Sekjen, Primus Bawa-bawa Nama Pasha Ungu

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 23 Februari 2020, 21:37 WIB
MCMNEWS.ID | Primus Yustisio dan Eko (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Artis sekaligus politisi Primus Yustisio disebut-sebut sebagai biang rusuh yang terjadi di rapat PAN Kantor DPP PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2019) malam. Primus yang menjabat Wasekjen PAN dikabarkan mendorong Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Menanggapi hal ini, Primus membantahnya. Primus mengatakan tudingan yang dilontarkan rekan separtainya, Rizki Aljupri adalah tidak benar alias hoax.

Wasekjen PAN Primus Yustisio membantah tudingan rekan separtainya Rizki Aljupri yang menyebut dirinya mendorong Sekjen PAN Eddy Soeparno. Primus mengatakan tudingan itu tak benar.

“Kan mas bisa lihat itu tunjuk-tunjuk saja, dimana saya mendorongnya? Kan mendorongkan pakai tangan mas. Sekarang beginilah, paling jelek, kalau pakai jari itu didorong, itu namanya mendorong bukan namanya kalau pakai telunjuk misalnya? Itu sebenernya dia harus mengerti bahasa Indonesia yang baik dulu nih. Masa pakai jari mendorong? Ini sudah hoaks beritanya,” kata Primus saat dikonfirmasi, Sabtu (21/12/2019).

Primus menjelaskan saat itu, dirinya hanya menunjuk Eddy tanpa melakukan kontak fisik. Kader PAN lainnya, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu, kata dia, sebagai saksinya. 

“Jadi saya begini, apakah menunjuk itu sama dengan mendorong? Apakah menggunakan jari itu sama dengan mendorong? Saksinya siapa? Dan saya ada di situ. Yang menunjukan saya itu ada di depan itu Pasha Ungu ada. Silakan saja dimintai, saya nggak pernah mendorong, orang dia depan saya, bagaimana saya mendorong?” ujar Primus.

Primus pun menjelaskan alasan dirinya menunjuk Eddy. Menurutnya, Eddy telah mekanggar tata tertib dengan membawa orang luar partai masuk dalam rapat harian PAN.

“Saya itu nunjuk-nunjuk karena dia bawa orang itu, lima orang. Di dalam rapat harian itu tidak boleh, sudah disepakati, inikan internal, tertutup. Kami tidak ada, kami juga ada mantan pengurus harian tapi di luar, senior-senior kami yang menjadi pengurus harian dipecat secara sepihak itu ada di luar,” tuturnya.

back-to-top