Rabu, 23 Sep 2020 | WIB

Bantah Ada Pemukulan, RSU Adhyaksa Dan Kapuspenkum Kejagung RI Gelar Konferensi Pers

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 01 Februari 2020, 18:19 WIB
MCMNEWS.ID | Konferensi Pers KAPUSPENKUM KEJAGUNG RI Dan RS. Adhyaksa. Jumat (31/01).

MCMNEWS.ID – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menegaskan bahwa terdakwa Kivlan Zen sempat merebut hasil medis dari tangan dokter Yohan Wenas usai dinyatakan sehat di Rutan Pomdam Jaya pada 2 September 2019 lalu.

Direktur RSU Adhyaksa, Dyah Eko Judihartanti mengatakan bahwa tidak ada insiden pemukulan atau dorong-mendorong antara Dr Yohan Wenas dengan terdakwa Kivlan Zen.

Sebab, Dr Yohan Wenas hanya merebut kembali hasil medis Kivlan Zen yang sebelumnya sempat diambil paksa.

Direktur RS Adhayksa, Dr Dyah Eko Putranti yang menggelar konferensi pers di Kejaksaan Agung, ditemani oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum, Hari Setiyono, menyatakan bahwa kejadian tersebut pada tanggal dua September 2019 saat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Kivlan Zen yang menjadi terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

“kejadiannya betul pada dua September, kami diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk memeriksa kesehatan yang bersangkutan, dan kami datang ke rumah tahanan POM Guntur,” ungkap Dr Dyah.

Selanjutnya, Direktur RS Adhyaksa memerintahkan Dr Yohan Wenas untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kivlan.

Dr Dyah menerangkan, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan sehingga tidak perlu dirujuk saat itu juga ke rumah sakit.

Pernyataan yang menerangkan Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan dituangkan ke dalam surat hasil pemeriksaan oleh Dr Yohan Wenas dan akan disampaikan ke Dr Dyah.

“Kivlan meminta agar Dr Yohan membacakan surat hasil pemeriksaan, namun saat dibacakan Kivlan merebut surat tersebut” lanjut Dr Dyah.

Dr Yonas bermaksud untuk meminta kembali surat hasil pemeriksaan kepada Kivlan, namun Kivlan teriak “Saya dipukul, saya dipukul,”, padahal  tidak ada terjadi pemukulan, sambungnya lagi.

Dr Dyah menuturkan, pemeriksaan terhadap Kivlan yakni berupa analisa kesehatan dari tanya jawab dokter dengan yang bersangkutan mengenai keluhan Kivlan, tekanan darah serta vital sign.

Sementara itu, Hari Setiyono menyatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan dokter sudah memenuhi prosedur, dan jika mau ada pemeriksaan lebih lanjut akan dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.

Dia menjelaskan bahwa konferensi pers ini untuk meluruskan pemberitaan yang berkembang, jika dibiarkan akan menjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami memonitor ada gerakan dan ajakan mempengaruhi berita itu,” katanya.

Kapuspenkum berharap, untuk kelanjutannya, yang berperkara kami harapkan damai dan jangan jadi polemik.

back-to-top