Selasa, 22 Sep 2020 | WIB

Almarhum Djoko Santoso Akan Dimakamkan Secara Militer di San Diego Hills

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 10 Mei 2020, 12:00 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok: Istimewa)

MCMNEWS.ID   –   Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso tutup usia. Djoko Santoso meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Minggu pagi (10/5/2020).

Panglima TNI periode 2007 – 2010 itu meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Almarhum menghembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat beberapa hari pasca-operasi karena pendarahan di otak.

Berdasarkan informasi yang beredar, mantan Panglima TNI itu meninggal dunia sekitar pukul 06.30 WIB tadi di Ruang CICU Pav Kartika RS RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Nefra Firdaus mengatakan, jenazah almarhum setelah prosesi perawatan jenazah di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, akan dibawa ke rumah duka di Jalan Bambu Apus Raya nomor 100 RT 12/RW 3, Bambu Apus, Kec. Cipayung, Jakarta Timur.

Selanjutnya, jenazah almarhum akan diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat, untuk dimakamkan secara militer sekitar pukul 14.00 WIB.

Almarhum akan dimakamkan secara militer dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

Meskipun mantan Panglima TNI itu memiliki hak untuk dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI Budi Sulistya mengemukakan bahwa pihak keluarga dari almarhum Djoko memilih untuk dimakamkan di San Diego Hills.

“Beliau (almarhum Djoko) punya hak dimakamkan di Kalibata, tapi keluarga memilih di San Diego Hills,” kata Budi saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2020).

Budi menyampaikan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, almarhum Djoko akan dimakamkan setelah salat (bada) Dzuhur. Almarhum akan dimakamkan secara militer dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

Menurut Budi, almarhum Djoko meninggal dunia bukan karena terjangkit virus Corona baru Covid-19. Melainkan, kata dia, karena mengalami pendarahan di otak.

“Karena sakit bukan karena covid, pecahnya pembuluh darah di otak,” ungkap Budi.

back-to-top