Kamis, 24 Sep 2020 | WIB

Akui Bukan Dokter dan Profesor, Hadi Pranoto: Itu Panggilan Kesayangan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 04 Agustus 2020, 10:28 WIB
MCMNEWS.ID | Hadi Pranoto bersama musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji video di media sosial pada kanal YouTube milik Anji. (Dok: : IG/@duniamanji)

MCMNEWS.ID  –   Hadi Pranoto mendadak menggema di jagat maya. Hadi yang mengaku profesor itu mengklaim memiliki ramuan herbal penyembuh pasien yang terjangkit covid-19.

Sosok Hadi Pranoto akhirnya menjawab hebohnya video di media sosial pada kanal YouTube milik musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dalam wawancara pada 31 Juli 2020.

Banyak pihak yang meragukan obat herbal ramuan Hadi Pranoto.

Klaim Hadi Pranoto ini diragukan karena virus Covid-19 diketahui belum ada obatnya. Apalagi melihat latar belakang pendidikan Hadi yang tak jelas. Meski disebut professor, ia tidak terdaftar dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Salah satunya yang meragukan Hadi Pranoto adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jubir IDI dr Erlina Burhan bahkan meminta aparat bertindak karena Hadi dianggap meresahkan.

Akhirnya Hadi Pranoto mengakui bahwa ia memang bukan professor atau dokter. Itu hanya panggilan dari teman-teman yang kagum akan penemuannya. 

“Saya memang bukan dokter, database IDI pasti tidak ada. Karena saya bukan dokter, dan saya tak ada hubungan dengan atau kerja sama dengan IDI,” kata Hadi Pranoto di Bogor, Senin (3/8/2020).

“Saya tak pernah declare diri saya seorang dokter atau seorang profesor. Itu kan panggilan kesayangan teman-teman saya karena merasa bangga ada anak bangsa, orang kecil, bisa menemukan suatu herbal yang bermanfaat untuk pengobatan Covid-19,” ujarnya.

Hadi mengatakan ramuan herbalnya sudah diteliti sejak tahun 2000.

Menurut dia, yang meneliti adalah sekelompok komunitas kecil yang dia masih merahasiakan siapa saja tim risetnya.

Lebih lanjut Hadi juga mengatakan sebelumnya sudah komunikasi dengan IDI soal ramuan herbalnya itu.

Namun, dengan alasan birokrasi, sehingga obrolan lebih lanjut dengan IDI tak terlaksana.

“Kalau masalah lisensi dari IDI kita sebenarnya sudah komunikasi berusaha menyampaikan kepada lembaga terkait. Tetapi teman-teman bisa merasakan, setiap masyarakat yang datang ke lembaga tinggi itu kan selalu ditanya bapak sudah ada janji atau belum,” ujar dia.

“Kalau belum akan dikasih waktu nanti dihubungi. Baik kita menunggu seharusnya ini dengan adanya temuan masyarakat seperti ini yang peduli dengan nyawa saudara-saudara kita, mereka yang sudah diberikan fasilitas oleh negara, mereka jemput bola, Jangan mereka menunggu bola. Mereka seperti raja menunggu rakyatnya melapor,” lanjut Hadi.

Hadi Pranoto juga tak ingin menjelaskan lebih tentang latar belakangnya. “Saya tak mau membahas masalah background saya, saya mau membahas bagaimana herbal ini bisa bermanfaat untuk menyembuhkan Covid-19. Saya tak mau membahas itu, itu kan nanti jadi salah persepsi lagi,” tukasnya.

back-to-top