Detail

Waspada Virus Infodemic di Era Digital yang Lebih Parah dari Corona

Tuesday, 23 March, 2021, 16:00 WIB
Penulis: Muh Ari

Pakar Informasi Teknologi dari Universitas Esa Unggul, Gun Gun Siswadi menyatakan bahwa era digital di Indonesia yang sudah maju ternyata tidak dibarengi dengan peningkatan kesadaran litarasi. Akibatnya hoaks bernuansa adu domba bertebaran dengan sangat mudah.


“Selain menghadapi era pandemi, sekarangpun juga ada yang namanya infodemic yaitu banjir informasi mengenai virus covid- 19 yang keliru salah secara massif, terus menerus dan tersebar cepat, perang baru yang tidak kalah dahsyatnya dengan wabah virus, jika covid-19 adalah virus fisik, maka infodemic adalah virus virtual,” ujarnya saat diskusi BAKTI Kominfo melaksanakan seminar live straming bertemakan “Peningkatan Peran Pemuda Dalam Pemanfaatan TIK” pada Senin (23/03/2021).


Menurutnya, virus infodemic ini yang diserang dan hendak ditaklukan adalah akal lemah dan tidak sehat. Berdasarkan data dari Kominfo, isu hoax terkait covid-19 per tanggal 18 maret 2021 sebanyak 1.485
“Jangan sampai menjadi bagian dari penyebaran itu. Literasi digital kunci peningkatan peran pemuda dalam pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.


Menurutnya, ketersediaan digital oleh pemerintah memang sudah cukup maksimal. Palapa Ring sebagai tulang punggung ekonomi digital Indonesia yang menghubungkan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan menyediakan akses Internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat.


Besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia sekitar 196.71 juta orang Indonesia atau 73,7 persen masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet.


“Masyarakat harus benar-benar dapat memilah sendiri informasi yang masuk. Tentunya peran pemerintah juga dituntut untuk makin aktif melakukan penyaringan,” tegasnya.


Pada diskusi yang sama, Tokoh pemuda Yusran Isnaini menilai meningkatnya teknologi informasi perlu diarahkan agar tidak menjadi boomerang khususnya untuk generasi muda. Pasalnya, saat ini marak hoaks dan ujaran kebencian.


“Peningkatan peran pemuda dalam pemanfaatan TIK untuk persatuan bangsa, kekuatan sebuah informasi jauh lebih hebat dibandingkan dengan kekuatan angkatan bersenjata manapun di dunia,” katanya.


Pada seminar tersebut, anggota Komisi I DPR Alimin Abdulah menilai saat ini pemerintah memang telah mengupayakan secara optimal pemanfaatan teknologi informasi. Diantaranya dengan proyek Palapa Ring dan Fiber Optic.


“Walaupun banyak juga hambatan dan tantangannya terutama memang pemerataan daripada sinyal ini masih juga beberapa tempat masih masalah,” katanya.


Menurutnya, infrastruktur teknologi informasi yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi Indonesia akan menyambut datangnya bonus demografi di Indonesia.


“Sehingga punya rakyat yang positif, yang masih produktif lebih besar dari yang sudah harus pensiun ataupun anak-anak,” katanya.