Detail

400 Prajurit TNI Garuda Siliwangi Dikirim ke Papua Buru Kelompok Separatis

Minggu, 23 Mei, 2021, 13:22 WIB
Penulis: Bang Noy

MCMNEWS.ID  –   Sebanyak 400 prajurit Yonif TNI 315 Garuda Siliwangi dilibatkan dalam operasi pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) Papua guna memberikan kesejahteraan, keamanan dan memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah diidentifikasi sebagai kelompok sparatis teroris di Papua.

Acara pelepasan pasukan dilakukan di Markas Garuda 315, Kota Bogor dipimpin Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakancana Brigjen Achmad Fauzi, Wali Kota Bogor Bima Arya dan unsur Forkomfinda, Minggu (23/5/2021).

Danrem 061/Suryakencana Brigjen Achmad Fauzi dalam instruksinya menuturkan, hanya ada dua perintah bagi operasi Pamrahwan Garuda 315 di Papua, pertama memberikan kesejahteraan, keamanan bagi masyarakat Papua dan mencari lalu menghancurkan sparatis teroris di Papua.

“Mereka dapat kehormatan, tugas mulia dalam bingkai NKRI membawa panji-panji bendera Merah Putih,” kata Achmad Fauzi.

Fauzi menambahkan, ratusan prajurit TNI AD itu sudah dibekali persiapan yang matang sejak beberapa bulan lalu. Mereka akan bertugas selama sembilan bulan ke depan dengan menempati 19 pos di Papua.

Dia pun mendoakan agar 400 prajurit ini kembali ke markas secara sehat dan lengkap pada Januari-Februari 2022.

Jenderal bintang satu itu berpesan kepada prajuritnya untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan pendekatan kesejahteraan. Terutama merangkul masyarakat Papua yang memang membutuhkan.

Brigjen Achmad Fauzi dalam instruksinya menuturkan, hanya ada dua perintah bagi operasi Pamrahwan Garuda 315 di Papua, pertama memberikan kesejahteraan, keamanan bagi masyarakat Papua dan mencari lalu menghancurkan sparatis teroris di Papua.

Kata dia, tugas pertama adalah memberikan pelayanan untuk masyarakat Papua, meningkatkan kesejahteraan hidup serta memberikan pengobatan.

“Kedua cari dekati dan hancurkan bagi kelompok-kelompok atau orang-orang sparatis teroris. Jadi, cari dekati dan hancurkan. Kalau mereka menyerah kepada NKRI lebih baik. Tapi kalau tidak mau, cari dekati dan hancurkan,” perintah Brigjen Ahmad.

Danrem turut berpesan kepada Satgas Pamrahwan agar tetap mematuhi protokol kesehatan di saat berangkat baik itu saat perjalanan maupun di tempat penugasan.

Hal tersebut, menurutnya, untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya di daerah Papua yakni COVID-19, HIV hingga malaria.