Sabtu, 19 Sep 2020 | WIB

12 Daerah di Jabar & Banten Kini Sudah Tanggap Darurat. Tapi Jakarta Belum

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 07 Januari 2020, 1:52 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Sebanyak 12 Pemerintah Daerah menetapkan status tanggap darurat setelah dilanda bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sejak 31 Desember 2019 lalu. 

Dari 12 itu, wilayah DKI Jakarta tak masuk daftar daerah yang menetapkan status darurat.

Adapun 12 daerah yang menyatakan status tanggap darurat meliputi: 

  1. Kota Bekasi, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, 1 – 7 Januari 2020.
  2. Kabupaten Bekasi, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, 2 – 8 Januari 2020.
  3. Kabupaten Bandung Barat, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, 2 – 8 Januari 2020.
  4. Kabupaten Indramayu, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, 2 – 8 Januari 2020.
  5. Kabupaten Karawang, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, 2 – 8 Januari 2020.
  6. Kota Depok, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang, 1 – 7 Januari 2020.
  7. Kabupaten Bogor, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, 2 – 16 Januari 2020.
  8. Kabupaten Tangerang, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 1 – 14 Januari 2020.
  9. Kota Tangerang, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 1 – 14 Januari 2020.
  10. Kota Tangerang Selatan, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 1 – 14 Januari 2020.
  11. Kabupaten Serang, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 1 – 14 Januari 2020.
  12. Kabupaten Lebak, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor, 1 – 14 Januari 2020.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB Agus Wibowo mengatakan, penetapan tanggap darurat ini akan mempermudah penanganan pascabencana sekaligus mempermudah pemerintah pusat memberi bantuan.

“Dalam hal ini BNPB dapat memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) ke pemerintah daerah. Sementara itu bagi pemerintah daerah dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sudah dianggarkan masing-masing daerah,” kata Agus seperti dilansir BNPB, Senin (6/1/2020).

Menurut data BNPB hingga Senin pagi, sebanyak 66 orang tewas dan dua orang masih hilang akibat banjir.

Lebih dari 500 ribu orang terdampak banjir di 13 kabupaten dan kota di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Sekitar 35 ribu orang masih mengungsi di 127 titik pengungsian hingga hari ini, pengungsi terbanyak ada di Bekasi.

BNPB meminta masyarakat tetap dihimbau untuk selalu waspada meski genangan banjir pada beberapa wilayah telah surut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi masih akan berlangsung sepekan ke depan.

back-to-top