Jumat, 10 Jul 2020 | WIB

Pelajaran Ilmu Meraga Sukma (Bagian Kedua)

Avatar
Penulis: Solihin
Diterbitkan: 26 Desember 2019, 22:40 WIB
MCMNEWS.ID | Foto | Ilustrasi

Bagaimana alam pikiran manusia bisa menjadi hijab (tabir penutup)? Jawabannya sangat sederhana yaitu karena manusia selalu berpikir dengan panca indera dan segala sesuatu yang dilihat dengan panca indera menjadi sah dan ilmiah. segala sesuatu yang diluar panca indera disebut dengan mistik, takhayul dan non ilmiah.

Manusia merasa bahwa sesuatu yang bisa dilihat dengan panca indera maka bisa dilihat sebagai realita dan di terima akal pikiran.

Apakah pendapat diatas salah?tidak sepenuhnya? jika kita hanya ingin mengalami perjalanan badani maka cara berpikir diatas tidaklah salah.tapi akan banyak misteri misteri kedahsyatan semesta yang tak mungkin bisa kita selesaikan dengan metode ilmiah.

Kita tidak salah berpikir secara ilmiah dan rasional. Masalahnya adalah sebagai manusia kita juga diberikan keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual.ada kerinduan dalam diri kita untuk juga mengalami pengalaman spiritual menjelajah dimensi ruang dan waktu dan ternyata di situlah tempat tinggal kebahagiaan.

Alat untuk melakukan perjalanan spiritual tersebut adalah ilmu meraga sukma.ilmu ini adalah termasuk ilmu yang langka.dengan meraga sukma anda bisa melihat rumah anda saat berpergian, mendatangi sanak dan famili secara batin, mengelilingi tempat tempat indah di dunia dan bertemu dengan para guru batin yang shalih.

Hasil lain akan anda dapati jika anda melakukan perjalanan spiritual didalam dunia spiritual disitulah bersemayam kebahagiaan hakiki dan jauh dari ilusi yang memperbudak manusia. ada keteduhan ada kedamaian dan ada warna keabadian.

Kegalauan dan kegundahan hati anda akan hilang saat sudah berada dalam alam spiritual sebab kegundahan hanya ada dalam dunia badani. Dalam kenikmatan tersebut maka anda akan merasa sangat kagum akan kebesaran Allah Subhanahu wa taala yang memimpin semua makhluk dijagad raya ini.

Apa yang akan anda rasakan jika anda berada dilangit langit kamar dan melihat tubuh anda sendiri berbaring ditempat tidur? anda akan terkejut dan takut, tapi itulah pengalaman yang sedang belajar meraga sukma untuk pertama kali, Badan halus anda akan keluar dari tubuh anda dan anda berenang diudara.

Untuk mampu melakukan meraga sukma anda mebutuhkan beberapa langkah dan bekal bekal berikut ini:
1. Kekuatan benteng badan
Tubuh fisik anda harus dijaga dengan benteng baik dengan doa maupun asma asma khusus. Jangan pernah coba coba melakukan meraga sukma tanpa benteng badan yang cukup sebab biar bagaimanapun tubuh fisik anda harus dijaga selama badan halus anda meninggalkan badan. Bagi anda yang sudah pernah belajar ilmu kebatinan anda beruntung karena dalam ilmu tersebut sudah termasuk kunci benteng badan untuk meraga sukma.


2. Kepasrahan dan Keberanian
Anda harus mampu melewati tahapan tahapan saat akan melakukan meraga sukma.anda akan mengalami perasaan takut ketika tubuh halus anda melakukan perjalanan astral.

Apalagi jika anda berniat untuk melakukan perjalanan badan yang jauh seperti ke luar negeri dan sebagainya, maka dalam perjalanan anda , anda akan bertemu dengan banyak orang yang meraga sukma,makhluk makhluk ghaib dan sebagainya. Inilah yang membutuhkan mental anda sebab tidak semua makhluk berwujud seperti yang anda inginkan.

3. Waktu untuk Meraga Sukma
Waktu yang tepat untuk melakukan meraga sukma adalah malam hari,karena justru saat malam anda akan lebih terang ketika tubuh batin anda pergi keluar untuk berjalan jalan. Frekwensi meraga sukma tidak boleh terlalu sering. Biasanya 2 atau 3 hari sekali sudah cukup baik bagi perkembangan ilmu anda sehingga anda akan memiliki aura spiritual yang luar biasa. Apakah Meraga Sukma hanya mampu dilakukan oleh orang berbakat? tidak..siapapun anda dan bagaimanapun keadaan spiritual ini anda memiliki kesempatan untuk mengalami perjalanan batin yang luar biasa ini, tentu dengan syarat anda harus rajin berlatih! dan perlunya adanya bekal dalam latihan serta adanya pembimbing spiritual yang bisa menuntun anda dalam mempelajari keilmuan.
(solihin)

back-to-top