Detail

Netflix Digugat Gara-gara Serial Squid Games Terlalu Laris, Kok Bisa ?

Senin, 18 Oktober, 2021, 14:32 WIB
Penulis: Irfan

MCMNEWS.ID – Serial Squid Game di Netflix hingga saat ini masih ramai dibincangkan dalam dunia jagat maya. Namun ternyata, di tengah kesuksesannya, Squid Game juga menuai beberapa kontroversi.

Salah satunya datang dari perusahaan penyedia internet (internet service provider) asal Korea Selatan, SK Broadband.

Netflix digugat oleh perusahaan SK Broadband, akibat tingginya jumlah pemutaran serial Squid Game.

Dikutip dari Reuters, SK Broadband meminta Netflix untuk mengganti rugi biaya kenaikan trafik pengguna serta ongkos perawatan jaringan karena popularitas Squid Game.

Sebagai tanggapan, Netflix mengatakan pihaknya akan meninjau klaim serta tudingan SK Broadband tersebut. Selain itu, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut juga akan berdialog dan bekerja sama dengan SK Broadband agar para pelanggan keduanya tidak merasa terganggu.

Diketahui, Netflix memang sedang menjadi sasaran kritik di Korsel. Belum lama ini, sebuah pengadilan di Seoul memutuskan bahwa Netflix harus memberikan imbalan kepada penyedia jasa internet di negara tersebut atas pemakaian jaringan mereka.

Lalu, beberapa politikus juga mendesak agar perusahaan streaming seperti Netflix harus membayar penggunaan jaringan internet.

Di Korsel sendiri, berkat konten-konten yang beragam, Netflix kini menjadi layanan pemicu tingginya konsumsi data internet setelah Youtube. Tetapi dua perusahaan Amerika ini tidak membayar iuran penggunaan layanan internet kepada operator setempat.

Tidak seperti perusahaan lainnya yaitu Amazon, Apple, dan Facebook sudah membayar biaya penggunaan jaringan internet kepada operator internet di Korsel.

Lonjakan lalu lintas data Netflix di jaringan SK Broadband naik 24 kali lipat dibandingkan pada Mei 2018 lalu menjadi 1,2 triliun bit data per detik pada September. Ini terjadi karena banyak tayangan Netflix yang diminati di negara tersebut.

SK Broadband telah mengajukan gugatan terhadap Netflix untuk membayar penggunaan jaringan sejak perusahaan penyedia konten video itu mulai menggunakan jalur khusus pada 2018 untuk menayangkan video beresolusi tinggi yang memakan banyak data.

Namun, ini bukan kali pertama SK Broadband menuntut Netflix. Sebelummya, SK Broadband mendesak Komisi Komunikasi Korea pada November 2019 lalu agar perusahaan steraming video raksasa seperti Netflix dan YouTube membayar penggunaan jaringan mereka.

Netflix sendiri pada 2020 kemarin mengajukan gugatan untuk memastikan apakah pihaknya memang wajib membayar operator seperti SK Broadband. Netflix menilai pihaknya hanya bertugas sebagai penyedia konten.

Sementara jika SK Broadband harus mengeluarkan biaya saat konten-konten Netflix diakses melalui jaringannya, itu adalah konsekuensi dari perjanjian antara perusahaan operator tersebut dengan para pelanggannya.

Tetapi sebuah pengadilan di Seoul pada Juni lalu mengeluarkan putusan yang berpihak pada SK Broadband. Isinya mengatakan bahwa operator menyediakan jasanya tidak secara gratis dan harus ada biaya dari para pengguna jasa. Netflix mengajukan banding atas putusan pengadilan ini.

SK memperkirakan biaya penggunaan jaringan yang harus dibayar Netflix adalah sekitar 27,2 miliar won atau sekitar Rp 327,7 juta hanya untuk 2020.