Detail

Catat, Imunitas Bermasalah Belum Tentu terkena Penyakit Autoimun

Jumat, 8 Oktober, 2021, 14:46 WIB
Penulis: Irfan

MCMNEWS.ID – Ada yang pernah mendengar penyakit Autoimun? Ya, Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel di dalam tubuhnya sendiri.

Dilansir dari beberapa sumber, Seseorang dikatakan mengalami gangguan autoimun jika sistem kekebalan tubuhnya, yang seharusnya berfungsi menyerang dan mengeliminasi kuman yang masuk ke dalam tubuh, justru menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.

Serangan terhadap sel-sel tubuh sendiri ini akhirnya menimbulkan gejala sistemik pada berbagai macam organ. Selain karena faktor genetik, gangguan imun bisa juga disebabkan oleh kekurangan vitamin D.

Namun tahukah kalian? Bahwa daya tahan tubuh atau imun tubuh bermasalah belum tentu itu tanda dari Autoimun.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan alergi immunologi klinis di Siloam Hospitals Lippo Village Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI menjelaskan bahwa daya tahan tubuh atau imunitas tubuh yang bermasalah tidak selalu menjadi tanda seseorang mengalami penyakit autoimun.

“Kadang-kadang ada orang yang bermasalah dengan imunnya ternyata disebabkan bukan karena sistem imun yang bermasalah. Ternyata karena dia stres berkepanjangan,” ungkap Stevent saat diskusi daring, Kamis.

“Saya beri bocoran saja apa yang saya lakukan pada saat kita menangani kondisi autoimun, benar-benar harus dilihat secara keseluruhannya. Nggak bisa kita cuma lihat di satu titik saja. Nanti akan ada yang kelewatan,” jelas Stevent.

Lebih lanjut, Stevent memaparkan bahwa terdapat lebih dari 150 kondisi autoimun yang pada setiap kondisinya menimbulkan gejala yang berbeda. Gejala-gejala yang umum terjadi diantaranya adalah mengalami keluhan yang menahun dan tidak membaik.

“Pertama adalah kalau kita merupakan populasi kunci, yaitu wanita usia produktif. Kedua, kalau kita mengalami keluhan yang sifatnya menahun. Misal mengalami brain fog, kesulitan konsentrasi yang terus menerus, kelelahan, nyeri sendi, sakit otot, gangguan cerna yang tidak membaik selama berminggu-minggu,” kata Stevent.

“Atau bisa juga keguguran yang berulang, kesemutan, itu sering kali juga disebabkan karena kondisi autoimunitas. Bahkan ketidaksuburan pun pada saat ini juga dicurigai beberapa orang disebabkan oleh autoimun,” tambahnya.

Jadi, kalau mengalami gejala-gejala seperti itu, Stevent menyarankan agar tidak langsung panik dan mendiaknosa diri sendiri.

“Kalau curiga mengalami autoimun, pertama tetap tenang. Karena biar bagaimana pun kondisi autoimun bukan kondisi yang sering. Biasanya sering kali permasalahan stres, kualitas hidup, kelelahan yang berkepanjangan atau infeksi yang menyebabkan keluhan Anda,” jelas Stevant.

Selain itu, Stevant menganjurkan masyarakat yang masih curiga mengalami autoimun agar tidak langsung menemui konsultan. Tahap pertama yang harus dilakukan oleh penderita adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis.

“Tapi kalau masih tetap curiga, jangan langsung datang ke saya sebagai konsultan gitu ya. Namun bisa datang dulu ke dokter spesialis penyakit dalam misalnya untuk orang dewasa. Atau ke dokter spesialis anak untuk anak-anak di bawah 15 tahun agar dilakukan evaluasi dulu nih kira-kira apa benar penyebabnya karena autoimun,” pungkas Stevent.