Detail

Bersiap, Hujan Meteor Langka Akan Terjadi Pertama Kali Pada Tahun ini!

Kamis, 13 Mei, 2021, 5:56 WIB
Penulis: MCMNEWS.ID

MCMNEWS.ID – NASA (National Aeronautics and Space Administration) mendeteksi akan ada Hujan meteor baru yang belum pernah terlihat sebelumnya, menaburkan debu komet di atas wilayah paling selatan Bumi di tahun 2021 ini.

Hujan meteor Finlay-id, demikian sebutannya, diprediksi akan berlangsung sekitar 10 hari pada musim gugur (September-Desember) tahun ini, muncul di lintang selatan dengan sedikit daratan.

“Itu membuatnya tidak hanya sebagai hujan meteor yang menarik, tetapi juga hujan meteor yang sangat sulit untuk diamati,” Ujar Diego Janches, astrofisikawan di Goddard Space Flight Center NASA.

Janches mengatakan, hujan meteor tersebut akan berasal dari konstelasi Ara (Altar), tetapi titik dari mana meteor berasal masih belum jelas karena ini adalah fenomena baru.

“Prediksi menunjukkan, terjadinya Finlay-id akan dimulai sekitar akhir September dan mencapai puncaknya pada 7 Oktober,” Ungkap Janches.

Hujan meteor Finlay-id sangat berbeda dengan hujan meteor lainnya yang pernah terjadi.

Saat Bumi mengelilingi Matahari, planet sesekali akan melalui puing-puing yang ditinggalkan oleh komet dan asteroid.

Partikel-partikel tersebut berinteraksi dengan atmosfer Bumi dan menghasilkan “bintang jatuh”.

Puing-puing komet dan asteroid itu umumnya berada di tempat yang sama, memungkinkan Bumi melewatinya setiap tahun sekali.

Itu mengapa hujan meteor besar seperti Perseids dan Geminids, adalah fenomena hujan meteor tahunan.

Namun, hujan meteor Finlay-id mungkin hanya terjadi satu kali dan jika itu terjadi beberapa kali, fenomena tersebut tidak akan terjadi setiap tahun.

“Hujan meteor Finlay-id mungkin hanya terjadi satu kali. Kalaupun terjadi beberapa kali, hujan meteor ini tidak akan terjadi setiap tahun,” prediksi Janches.

Hujan meteor baru ini mendapatkan namanya dari Komet 15P/Finlay yang memiliki lebar sekitar 2 km.

Sekarang bertabrakan dengan Bumi selama bertahun-tahun karena kantong debu tersembunyi dari komet Finley, tetapi para astronom belum yakin bagaimana hal itu terjadi.

Gaya di tata surya memengaruhi perjalanan debu komet. Butir kecil komet Finley tumpul oleh angin matahari dan orbitnya dipengaruhi oleh gaya gravitasi Jupiter dan Matahari.
Ukuran butiran yang kecil membuatnya sangat rentan terhadap efek ini, sehingga titik-titik kecil komet Finley masuk ke orbit Bumi.

Dilansir dari Space.com, Selasa (11/5/2021), para ilmuwan di NASA menggunakan informasi yang dimiliki untuk memprediksi, bagaimana awan debu akan berinteraksi dengan Bumi.

Salah satu tujuan besarnya adalah untuk menentukan bagaimana model ini dapat menginformasikan kehadiran meteor di masa depan.

“Hujan meteor Finlay-id ini akan sulit diamati karena sangat lambat. Kecepatan masuknya ke atmosfer Bumi diperkirakan 6,8 mil per detik,” Menurut Janches.

Untuk melihat meteor Finlay-id, pengamat memerlukan instrumen yang mampu mendeteksi partikel berukuran butiran pasir saat memasuki atmosfer Bumi.

Pengamat juga harus berada di wilayah selatan. Beberapa pengamatan mungkin dapat dilakukan di Afrika Selatan atau Selandia Baru, namun Janches meyakini selatan Argentina adalah lokasi terbaik untuk pengamatan.

Laporan: Irfan Kurniawan