MCMNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menegaskan bahwa ruang publik di DKI Jakarta milik semua masyarakat.
Pernyataan tersebut dilontarkan anies untuk membela keberadaan remaja Citayam, Bojonggede dan Depok yang kerap memenuhi kawasan tersebut.
Ia pun menyampaikan bahwa ruang-ruang tersebut dibuat untuk menyetarakan berbagai kelas sosial.
“Jangan pernah anggap ada hak atas gaya, ada ownership atas gaya bahwa yang berhak di jalan Sudirman itu hanya yang gayanya A, B, C, yang di luar gaya itu nggak boleh. Enggak, ini adalah milik Indonesia. Siapa saja dengan kebiasaannya, dengan caranya,” kata Anies.
Anies bersyukur, mengingat program pelebaran trotoar yang ia canangkan sempat jadi kontroversi sekarang membuahkan hasil dan bermanfaat bagi orang banyak.
Kawasan Sudirman sekarang menjadi tujuan seluruh masyarakat untuk menikmati suasana pusat kota.
“Ingat waktu itu sempat kontroversi karena melebarkan jalan untuk pejalan kaki, mengurangi jalan untuk kendaraan bermotor. Tapi jalan Jenderal Sudirman memang kami rancang untuk menjadi complete street,” ujarnya.
Complete Street yang ia maksud adalah merupakan kawasan yang terdiri dari trotoar yang diperuntukan bagi para pejalan kaki, pesepeda, lokasi kendaraan umum hingga untuk kendaraan pribadi.
Kendati demikian, ia meminta kepada anak-anak remaja Citayam untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban, mengingat lokasi tersebut merupakan ruang bersama.
“Hormati sesama penggunaan, selebihnya ini adalah Indonesia dan tidak selalu kalau berkumpul lalu digabung, kita semuanya jalan bareng-bareng gitu ya,” ucap Anies.
Dalam beberapa waktu ini fenomena Citayam Fashion Week ramai diperbincangkan di sosial media. Dikarenakan anak-anak remaja dari Citayam, Bojonggede dan Depok menjadi sorotan di media sosial karena kerap memenuhi kawasan sudirman dan berdandan layaknya pagelaran fashion show.