Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Kota Wuhan di isolasi, Warga Merasa Berada Di Film Resident evil

Avatar
Penulis: Ginan
Diterbitkan: 27 Januari 2020, 2:40 WIB
MCMNEWS.ID | Pasar makanan laut di Wuhan yang menjajakan hewan liar untuk dimakan telah ditutup setelah virus 2019-nCoV, jenis baru coronavirus, mewabah. (Dok : REUTERS/Darley Shen)

MCMNEWS.ID – Virus Corona yang tengah menjadi perhatian dunia saat ini menjadi bahan omongan sejumlah kalangan mulai dari mantan intelejen hingga mikrobiologis.

Virus mematikan yang kini menyebar ke penjuru dunia diduga berasal dari laboratorium di Wuhan terkait program senjata biologis China.

Dugaan itu diungkapkan pakar perang biologis Israel. Radio Free Asia pekan ini menyiarkan ulang laporan televisi Wuhan dari tahun 2015 yang menunjukkan laboratorium riset virus paling canggih di China yang disebut Wuhan Institute of Virology.

Laboratorium itu menjadi satu-satunya lokasi yang dideklarasikan di China yang mampu menangani berbagai virus mematikan.

Karena virus berbahaya tersebut, kini kota Wuhan tampak seperti kota mati usai seluruh warganya diisolasi.

Jutaan warga termasuk pelajar asing dan wisatawan yang tengah berkunjung ke Wuhan tak bisa pergi kemana-mana lantaran virus berbahaya tersebut ditakutkan menyebar wilayah lain.

Kota Wuhan, tempat virus corona berasal, telah ditutup untuk menghindari meluasnya virus mematikan tersebut.

Saat ini 600 orang sudah terjangkit virus corona dengan gejala seperti pneumonia. 18 orang dilaporkan tewas.

Jumlah populasi di kota metropolitan ini mencapai lebih dari 11 juta orang,Di jejaring sosial, banyak warga yang menyampaikan rasa ketakutan mereka karena terjebak di kota tempat virus mematikan itu berasal.

Masyarakat di Wuhan tidak dapat mengakses kereta dan bus ke luar kota, pesawat tujuan domestik dan internasional serta transportasi laut juga ditutup.

Transportasi dalam kota, seperti bus dan kereta bawah tanah juga dilaporkan tidak beroperasi.

Para pekerja dan pelajar internasional yang sedang berada di Wuhan kini hanya menggandalkan informasi dari perwakilan negara masing-masing,

Sejauh ini mereka hanya diperingatkan untuk tidak meninggalkan rumah.

Ancilla Delai adalah salah satu siswa dari Papua Nugini yang mengatakan situasi di Wuhan sangatlah menegangkan, terutama setelah larangan meninggalkan kota diberlakukan.

“Jalanan kosong, tidak ada orang. Mereka semua tinggal di rumah seperti yang disarankan,” katanya.

“Saya khawatir karena virus ini bisa ditularkan dari orang ke orang. Sedangkan Wuhan sendiri adalah kota dengan populasi besar.”

Daniel Pekarek, pelajar dari Republik Ceko di Universitas Wuhan mengatakan situasi darurat ini seperti cerita di film Resident Evil.

Film ini menceritakan warga di sebuah kota fiktif yang terkena virus dan mengubah mereka menjadi zombie.

“Turut berdukacita. Kita adalah para aktor di film Resident Evil sekarang,” tulisnya di Facebook.

back-to-top