Minggu, 29 Nov 2020 | WIB

Strategi Licik China, Serang Tentara India yang Tak Bersenjata saat Bentrokan Maut di Perbatasan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 06 Juli 2020, 22:59 WIB

MCMNEWS.ID –  Tentara India yang selamat dalam bentrokan dengan pasukan China bulan lalu, mengaku bahwa mereka saat itu tidak bersenjata sama sekali. Saksi mengaku dikepung oleh pasukan yang lebih besar di punggung bukit yang curam.

Menurut saksi, beberapa tentara India mendapatkan tusukan pada kerongkongannya dengan paku logam di kegelapan. Sementara tentara yang lain jatuh atau dilemparkan ke perairan yang membeku di sungai Galwan di Himalaya barat.

Dua puluh tentara India tewas dalam bentrokan pada 15 Juni di perbatasan de facto yang memisahkan kedua pasukan. Semua prajurit berasal dari Resimen Bihar ke-16 yang dikerahkan di wilayah Galwan.

Tidak ada tembakan dalam insiden ini, tetapi peristiwa itu mengakibatkan banyak korban jiwa. Sebanyak 20 tentara tewas, merupakan korban terbesar dalam pertempuran antara dua negara bersenjata nuklir itu sejak 1967, ketika sengketa perbatasan yang meletus menjadi pertempuran mematikan.

Keluarga dari 13 prajurit yang terbunuh, mengungkapkan bahwa dan dalam lima kasus, mereka menunjukkan sertifikat kematian yang mencantumkan cedera mengerikan yang diderita akibat bentrokan tersebut.  “Tiga dari prajurit yang tewas memiliki arteri pecah di leher, dan dua cedera kepala yang disebabkan oleh benda tajam atau runcing,” pejelasan dari sertifikat kematian tersebut.

Pemerintah India mengatakan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) bertindak secara terencana. PLA belum memberikan laporan lengkap tentang bentrokan yang mengejutkan itu, hal ini memicu kemarahan rakyat India terhadap China.

Para pejabat pemerintah India mengatakan bahwa konflik dimulai ketika komandan resimen Bihar memimpin sebuah kelompok kecil ke Patrol Point 14 untuk memverifikasi apakah orang China menepati janji mereka untuk mundur dari lokasi yang disengketakan dan membongkar struktur yang mereka bangun di sana. Mereka kemudian diserang oleh tentara Tiongkok menggunakan tongkat besi dan tongkat kayu yang dipenuhi paku, di sebuah jalan sempit selebar empat meter yang menghadap ke sungai Galwan.

Dalam beberapa pekan terakhir, dua negara terpadat di dunia itu mengerahkan lebih banyak pasukan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) sepanjang 3.488 km. Insiden ini  bisa menjadi permusuhan yang baru dan kemungkinan akan memicu pertikaian diplomatik dan dagang.

Kemungkinan bahwa tentara India yang tidak bersenjata dikepung oleh pasukan China yang lebih besar semakin memicu kebencian terhadap Tingkok. Hal ini telah menimbulkan pertanyaan tentang mengapa tentara India dikirim ke garis depan tanpa senjata.

“Berani-beraninya China membunuh tentara kita yang tidak bersenjata. Mengapa tentara kami dikirim tanpa senjata?” kata Rahul Gandhi, pemimpin partai oposisi utama Kongres di twitter,  dilansir Arab News.

Menanggapi permintaan Arab News, seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa mereka menyalahkan pihak India. Tiongkok menuduh tentara India menyeberangi perbatasan de facto dan memprovokasi pihak China.

“Ketika para perwira dan prajurit Tiongkok pergi ke sana untuk bernegosiasi, mereka tiba-tiba dan dengan kasar diserang oleh pasukan India,” kata juru bicara itu. “Hak dan kesalahan insiden itu sangat jelas. Tanggung jawab sama sekali tidak terletak pada orang China.”

Namun hingga kini China belum memberikan bukti pernyataan mereka terkait agresi pasukan India. Sementara Kementerian Pertahanan China tidak menanggapi permintaan komentar saat dikonfirmasi Arab News.

China menolak klaim menteri India bahwa Tiongkok kehilangan 40 tentara dari komando teater barat PLA yang dikerahkan di Galwan.

back-to-top