Sabtu, 31 Okt 2020 | WIB

Penampakan Wuhan Seperti Kota Mati, Beberapa Mahasiswa Indonesia Terjebak

Avatar
Penulis: Ginan
Diterbitkan: 27 Januari 2020, 7:49 WIB
MCMNEWS.ID | Kondisi Kota Wuhan Saat Isolasi Hari Pertama. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Keputusan pemerintah China yang menutup kota Wuhan lantaran penyebaran virus corona, membuat ibukota dari provinsi Hubei tersebut nampak seperti kota hantu.

Mahasiswa Indonesia bernama Annisa Irba Widyasar mengaku terjebak di Wuhan, Cina, menyusul kebijakan isolasi kota tersebut oleh pemerintah negeri tirai bambu setelah munculnya wabah virus korona. Dia adalah mahasiswa tahun pertama di Hubei Polytechnic University, Huangshi, Cina.

Dalam salah satu cuitannya di laman Twitter (yang kini telah dihapus), Annisa mengaku tidak bisa kembali ke kampus karena terisolasi di Wuhan. Dia pun mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia.

“Aku cuma pingin pulang ke Indonesia. Aku terjebak di Wuhan, uang untuk menginap sudah habis, untuk keluar pun takut. Tapi tetap, terpaksa harus keluar untuk beli makanan seadanya di minimarket terdekat. Doakan kami di sini, semoga selalu diberi kesehatan,” tulisnya lagi.

Melansir dari Daily Star, Minggu 26 Januari 2020, sebelumnya Wuhan merupakan rumah bagi 11 juta orang.

Namun sekarang, sekolah telah ditinggalkan, pusat perbelanjaan nampak kosong dan hanya ada satu toko kelontong kecil yang tetap buka. Kantor pos di kota tersebut juga memasang pengumuman, ditutup sampai bulan depan.

Keputusan menutup kota Wuhan diambil setelah jumlah kematian orang yang terinfeksi virus corona di China bertambah menjadi 47 orang.

Lebih dari 1.400 orang disebut telah terinfeksi di seluruh negeri dan secara global termasuk Prancis, Thailand, Amerika Serikat dan Australia.

Virus corona diduga berasal dari pasar makanan laut di Wuhan yang secara ilegal menjual hewan hidup, termasuk kelelawar dan marmut yang diduga pembawa virus mirip SARS yang menyebabkan gejala pernapasan parah.

Diperkirakan 56 juta orang telah dikarantina di China. Transportasi umum di sana pun tidak dioperasikan untuk menghentikan penyebaran virus corona lebih lanjut.

Akibat wabah virus corona ini, pemerintah China membatalkan perayaan Tahun Baru Imlek, karena mereka sedang berupaya untuk mengendalikan penyebaran virus yang mematikan ini.

back-to-top