Jumat, 25 Sep 2020 | WIB

Kematian George Floyd Picu Kerusuhan di Amerika Serikat

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 31 Mei 2020, 19:22 WIB
MCMNEWS.ID | Demonstran di Minneapolis membakar dan menjarah toko-toko pada Kamis malam (28/05/2020), buntut dari kasus pembunuhan George Floyd, pria kulit hitam yang tewas usai lehernya ditahan dengan lutut oleh polisi selama beberapa menit. (Foto: Julio Cortez/AP)

MCMNEWS.ID –   Amerika Serikat tengah diguncang demonstrasi besar dalam tiga hari terakhir yang berlangsung rusuh di sejumlah kota besar. Demonstrasi itu dipicu oleh kematian seorang warga kulit hitam AS George Floyd di tangan aparat kepolisian AS.

Protes pertama kali pecah di Minneapolis, Minnesota sehari setelah kematian Floyd pada Senin (25/05/2020) yang meninggal saat dalam penahan polisi.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Floyd sempat mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari seorang petugas polisi yang menangkapnya, Derek Chauvin.

Chauvin menangkap Floyd dengan cara yang tidak wajar. Floyd ditangkap setelah kepolisian menerima laporan dari sebuah supermarket yang mengklaim bahwa Floyd menggunakan uang palsu saat membeli barang.

Rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan Chauvin memborgol tangan Floyd dan menjatuhkan badannya ke aspal.

Tak hanya itu, Chauvin mengunci badan Floyd dengan mencekik leher pria kulit hitam itu menggunakan lututnya.  Dalam video terdengar Floyd berteriak sulit bernapas dan “jangan bunuh saya”.

“Lututmu di leherku. Saya tidak bisa bernapas. Mama. Mama,” kata Floyd meminta ampun dengan napas terengah-engah.

Dilansir Guardian, polisi mengklaim bahwa Floyd sempat memberontak secara fisik ketika memasukannya ke mobil polisi.

Tak lama kemudian Floyd diam dan tubuhnya tidak bergerak. Dia tidak bereaksi ketika petugas memintanya berdiri dan masuk ke dalam mobil. Floyd lalu dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Pada Selasa (26/05/2020), Departemen Kepolisian Minneapols mengonfirmasi kematian Floyd. Polisi menyebut pria itu meninggal “tak lama” setelah “insiden medis” ketika dibawa ke rumah sakit.

Video penangkapan Floyd dan kabar kematiannya sontak viral di media sosial hingga memicu amarah publik.

Tak hanya di Minneapolis, protes juga berlangsung di Denver, New York, dan Oakland. Demonstrasi bahkan berlangsung rusuh, di mana sebuah kantor polisi dibakar oleh pendemo di Minneapolis.

Protes yang rusuh membuat kepolisian Minneapolis sampai harus menggunakan gas air mata demi menenangkan pendemo. Sebanyak tujuh pendemo bahkan dilaporkan tertembak dalam unjuk rasa yang berlangsung di Louisville, Kentucky.

Penembakan terjadi saat para pendemo mengepung sebuah mobil polisi. Satu dari tujuh pendemo yang tertembak dikabarkan dalam kondisi kritis.

Sementara itu, polisi mengklaim tidak ada satu pun petugasnya yang melontarkan tembakan senjata.

Sejumlah pendemo warga kulit hitam AS membawa slogan “AM I NEXT?” atau “Apakah saya berikutnya?” yang menggambarkan kekhawatiran atas sikap rasial dan kebrutalan aparat kepolisian AS terhadap warga kulit hitam.

Unjuk rasa yang berlangsung ini bahkan memicu pemerintah kota mendeklarasikan status darurat di Minneapolis, St. Paul, dan sekitarnya.

Kini, Chauvin telah dipecat dan dalam penahanan kepolisian. Chauvin juga telah didakwa dengan pasal pembunuhan.

back-to-top