Detail

Komisi III DPR RI Segera Panggil Menkumham terkait RUU PAS

Wednesday, 15 September, 2021, 17:43 WIB
Penulis: Irfan

MCMNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir mengungkapkan, Komisi III akan memanggil Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, untuk menindaklanjuti Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemasyarakatan (PAS).

RUU tersebut sebenarnya akan disahkan pada rapat Paripurna 2019, namun diurungkan karena masih ada beberapa alasan dan kendala.

Adies menyebut, bahwa pihaknya sudah mengirim surat 5 kali ke Kementerian Hukum dan HAM terkait pembahasan RUU PAS. 

“Namun pemerintah menjawab belum siap untuk melakukan pembahasan (RUU PAS) tersebut. Termasuk juga KUHP. Nah yang lucu lagi KUHP belum, sekarang dilanjutkan lagi RUU Perdata, UU Perdata, hukum acaranya belum, sudah ajukan lagi perdata,” kata Adies, Rabu, (15/9/2021).

Karena hal tersebut, Adies akan langsung segera memanggil Menkumham untuk memberikan tindak lanjut terhadap RUU PAS.

“Kami akan memanggil lagi Menkumham untuk menindak lanjuti RUU PAS, membantu beban pemerintah terhadap over kapasitas yang selalu menjadi masalah,” ungkap Adies.

Menurut Adies pembahasan RUU PAS harus dari hulu ke hilir. Karena mengatasi masalah over kapasitas tidak bisa semata-mata dengan membangun lapas baru, ada permasalahan komplek dalam tatanan hukum pidana Indonesia.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini pun mempertanyakan, apakah dengan dibangun lapas baru akan menyelesaikan over kapasitas 

“Kalau menurut hemat saya, belum tentu itu akan menjadi solusi,” ucapnya.

Dia menyebut salah satu solusi adalah penambahan SDM sipir, sebab saat ini  beban kerja sipir begitu berat. Satu orang sipir saja, rata-rata harus mengawasi 30-150 orang napi.

“Jadi memang harus ada pembicaraan serius, kami bolak-balik membicarakan saat rapat dengan Menkumham, ayo kita rapat bersama, terintegrasi, kita atur betul-betul bagaimana regulasinya agar ini bisa terpecahkan, selama pemerintah tidak mau duduk dan membenahi hulunya,” ujar Adies.

Terkait dengan kebakaran yang menimpa Lapas Kelas I Tangerang, dia berharap ada solusi atau jalan keluar untuk kebaikan bersama dalam menyelesaikan persoalan klasik yang kerap dihadapi rutan dan lapas.

“Ini kan musibah yang susah diprediksi dan bukan kesengajaan. Jadi kita tidak usah mencari kambing hitam. Tapi kita mencari solusi agar ke depan tidak terjadi lagi hal-hal demikian,” jelas wakil rakyat dapil Jatim I.