Kamis, 1 Okt 2020 | WIB

Kasus Jiwasraya Dianggap Kejahatan Luar Biasa, Pamor Kejagung Akan Naik Bila Berhasil Tuntaskan

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 21 Januari 2020, 23:08 WIB
MCMNEWS.ID | Jiwasraya (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID – Kasus dugaan korupsi Jiwasraya merupakan pekerjaan berat untuk Kejaksaan Agung. Berbagai pihak, termasuk penegak hukum lainnya menilai pamor Kejaksaan Agung bakal naik jika institusi itu bisa menuntaskan kasus tersebut sebaik-baiknya.

Anggota DPR RI Aboebakar Alhabsy  juga menyatakan kasus Jiwasraya merupakan pekerjaan berat untuk Kejaksaan Agung. Karena dalam penanganan kasusnya dilakukan dua pola, yaitu “follow the money” dan “tracking the decision maker”. 

“Siapa saja yang menjadi decision maker atau pengambil kebijakan adalah untuk mencari siapa saja yang harus bertanggung jawab. Ada berapa pihak yang harus bertanggung jawab atas persoalan ini,” kata Aboe di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dia meminta Kejaksaan Agung menelusuri pihak-pihak yang menerima aliran dana korupsi yang disebut merugikan negara hingga Rp13,7 triliun.

“Ke kantong-kantong siapa saja dana Jiwasraya ini berlabuh. Apakah hal ini sudah dilakukan, ke mana saja aliran dana Jiwasraya?,” tanyanya.

Dalam kasus Jiwasraya  bukan sekedar mempidanakan orang saja. Terpenting  justru membongkar modus kasus ini sampai ke akarnya agar menjadi pembelajaran untuk bangsa. 

“Kejaksaan Agung harus mampu menyelamatkan keuangan negara. Karenanya, aset aset para tersangka ini perlu disita”, tegasnya.

Menurutnya Kasus Jiwasraya masuk ke dalam kejahatan luar biasa. 

“Jangan hanya soal hukum, bagi kami kasus Jiwasraya bukan kejahatan biasa, ini kejahatan luar biasa, halus mainannya. Maksud dan tujuannya tidak begitu jelas, tapi kurang lebih bisa dibaca menjelang pemilihan umum,” katanya.

Diharapkan Jaksa Agung memanggil Menteri BUMN, Menteri Keuangan dan bos OJK untuk mengungkap kasus ini secara keseluruhan. Diyakini pihak-pihak tersebut ikut bertanggung jawab.

back-to-top