Senin, 21 Sep 2020 | WIB

Walau Melambat, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 06 Mei 2020, 14:01 WIB
MCMNEWS.ID | Presiden Joko Widodo. (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 2,97 persen. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menilai kinerja ekonomi negara Indonesia relatif masih baik walaupun turun lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2019 tumbuh 4,97 persen.

“Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen tapi dibandingkan dengan negara lain yang telah merilis angka PE-nya, kinerja ekonomi negara kita relatif masih baik,” kata Presiden Jokowi saat membuka Pagu Indikatif RAPBN Tahun Anggaran 2021 melalui siaran telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Jokowi menilai meski pertumbuhan ekonomi melambat sebesar 2,97 persen, namun relatif masih baik dari negara-negara lain yang mengalami pandemi virus corona atau Covid-19.

“Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen, tapi dibandingkan dengan negara lain yang yang telah merilis angka pertumbuhan ekonominya, kinerja ekonomi kita relatif masih baik,” ucap dia.

Jokowi pun membandingkan dengan negara-negara lain yang mengalami kontraksi hingga pertumbuhan ekonomi yang negatif di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Untuk memulihkan laju pertumbuhan, Presiden meminta jajaran kementerian dan pimpinan lembaga untuk merumuskan solusi agar pertumbuhan Produk Domestik Bruto membaik. Pemerintah pusat akan menyiapkan skenario pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

Kepala Negara juga meminta jajarannya untuk memulihkan sektor dan subsektor ekonomi yang melambat di paruh pertama tahun ini, seperti industri manufaktur.

“Untuk itu saya minta menteri bidang ekonomi perhatikan angka-angka yang saya sampaikan secara detail. Mana saja sektor dan subsektor yang mengalami kontraksi terdalam, dicarikan stimulusnya sehingga program stimulus ekonomi harus kita buat dan tepat sasaran, dan mulai merancang skenario pemulihan,” ujar dia.

Sebelumnya, pada Pada Selasa (5/5), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 hanya tumbuh 2,97 persen atau terkontraksi dibandingkan periode sama tahun lalu 5,07 persen.

“Kondisi ini sama seperti yang dialami negara-negara lain yang mengalami perlambatan begitu dalam,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa.

back-to-top