Selasa, 29 Sep 2020 | WIB

Ribka Tjiptaning: Batalkan Kenaikan BPJS, Rakyat Sudah Terjepit

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 14 Mei 2020, 17:47 WIB
MCMNEWS.ID | (Dok : Istimewa)

MCMNEWS.ID –  Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning mengkritik kebijakan pemerintah yang kembali menaikan iuran BPJS Kesehatan. Menurutnya, kenaikan iuran BPJS itu tidak tepat dan akan memberatkan hidup rakyat yang saat ini sedang dilanda pandemi COVID-19.

Bahkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah sangat jelas ditentang seluruh anggota DPR RI, termasuk Ketua DPR RI, Puan Maharani. Hal itu ditegaskan dalam rapat gabungan yang sudah beberapa kali digelar. Sejauh ini, DPR RI satu napas dengan keputusan Mahkamah Agung yang menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Aku jelas tidak setuju, ya. Itu kan sudah melalui tahapan rapat berkali-kali. Bahkan pernah dipimpin oleh Ketua DPR, Mbak Puan, semua menolak kenaikan BPJS dan diserahkan ke pemerintah. Apalagi pada situasi COVID-19 ini, rakyat sangat terjepit,” kata Ribka kepada wartawan, Kamis (14/5).

Untuk itu, Anggota Komisi IX DPR ini mendesak Pemerintah membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 64 Tahun 2020 yang menjadi dasar hukum kenaikan iuran.

“Harapan saya sebagai wakil rakyat, saya mendengar keluhan rakyat, mengeluh kontrakan rumah, mengeluh pekerjaan. Ini supaya dibatalkan kenaikan BPJS,” ujarnya.

Menurut Ribka, Perpres yang dikeluarkan pada 6 Mei 2020 ini juga tidak sesuai dengan amar putusan Mahkamah Agung No.7P/HUM/2020 yang membatalkan kebijakan kenaikan iuran BPJS sebelumnya.

“Ini sebetulnya tinggal mengeksekusi hasil keputusan MA saja. Kenapa harus naik? Kalau perlu tidak dinaikkan, bahkan dibebaskan. Seperti pajak dibebaskan, bensin untuk ojol aja bisa 50 persen sampai 30 persen. Ini kenapa BPJS malah naik. Lama-lama orang bisa tidak bayar BPJS,” pungkasnya.

back-to-top