Detail

Kembangkan Digitalisasi Perbankan, Komisaris Bursa Efek Indonesia Apresiasi Bank Banten

Kamis, 30 September, 2021, 18:31 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir, mengapresiasi langkah PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten yang akan mengembangkan layanan digitalisasi perbankan.

Demikian dikatakan Pandu Sjahrir dalam acara diskusi Jawara Investment Talk Vol.1 yang digelar oleh Bank Banten dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Digitalisasi Perbankan di Indonesia’.

Pandu mengungkapkan, peluang di sektor digital saat ini menjadi magnet bagi semua pelaku industri, tak terkecuali Bank Banten yang menggandeng PT Fortress Data Services (FDS) untuk mempersiapkan pondasi transformasi, baik bagi nasabah hingga operasional perbankan untuk di masa yang akan datang.

“POJK yang terbaru meng-encourage para bankir untuk mendorong perusahaan teknologi untuk masuk. Menurut saya ini akan semakin positif dan regulator sekarang sangat open minded. Saya lihat dari semua Bank Besar, Himbara dan Bank Banten, sekarang menggunakan rights issue untuk adopsi teknologi jadi saya rasa investasi ke teknologi ini akan semakin besar,” kata Pandu, ditulis Rabu, (30/9/2021).

Menurut Pandu, langkah Bank Banten yang melakukan kerjasama dengan Amazon dapat meningkatkan pelayanan, service dan cost of capital perseroan.

Selain itu, Pandu juga menggarisbawahi pentingnya literasi keuangan untuk menjadi prioritas para pelaku industri jasa keuangan.

“Menurut saya itu semakin bagus karena nantinya dengan penggunaan data yang akurat, Anda bisa mendapatkan loan yang lebih baik dan pastinya cost yang lebih rendah,” ungkapnya.

“Secara garis besar 75% masyarakat Indonesia tidak memiliki akses perbankan. Masalah literasi adalah masalah yang sangat besar dan memang kita harus selalu rajin membicarakan itu. Saya rasa yang paling penting adalah bagaimana menggunakan dana perbankan untuk mengembangkan usaha,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, menegaskan kini pihaknya tengah berusaha untuk memenuhi kebutuhan layanan finansial nasabah.

“Dengan mempersiapkan pondasi dalam pelaksanaan transformasi serta implementasi solusi layanan keuangan yang flexible dan scalable berbasis teknologi, kami bertujuan untuk memastikan inklusi keuangan yang lebih besar di Banten dan menjadikan Bank Banten memiliki daya saing tinggi di masa yang akan datang,” kata Agus.

“Jelang rights issue Bank Banten di Oktober 2021 kami membuka peluang bagi korporasi, individu maupun pemerintah untuk turut menjadi pemegang saham. Dana segar yang masuk 65 persen akan kami gunakan untuk penyaluran kredit. Sementara sisa 35 persen lainnya dialokasikan untuk mempertebal modal perseroan. Bismillah, mimpi untuk menjadikan Bank Banten sebagai salah satu BUMD yang laba dan menyumbang PAD bagi Provinsi Banten dapat terealisasi,” pungkas Agus.

Seperti diketahui, lertumbuhan industri digital di Indonesia saat ini kian menggeliat. Berdasarkan survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet meningkat dari 55% dari populasi pada tahun 2019 menjadi 73,7% pada tahun 2020, dan masih akan terus meningkat seiring dengan masa pemulihan pandemi yang masih berlangsung. Trafik IIX nya sendiri, saat ini sudah mencapai 1,3 Tbps. Tumbuh 90 kali lipat sejak 2015.