Detail

Di Webinar PA GMNI, Menko Ekuin 1998-1999: Esensi Kemandirian Ekonomi Adalah Keadilan Sosial

Minggu, 30 Mei, 2021, 18:13 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) tahun 1998-1999, Ginandjar Kartasasmita, menyebut, pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum Bangsa Indonesia memulihkan arah pembangunan nasional sesuai dengan amanat konstitusi.

Demikian dikatakan Ginandjar Kartasasmita, dalam Webinar V Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) bertajuk “Kemandirian di Bidang Ekonomi dalam Menjawab Tantangan Zaman di Masa Pandemi Covid-19”, Jumat (28/5/2021).

“Pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk Bangsa Indonesia meluruskan kembali sesuai amanat konstitusi dan melakukan perubahan atas kebiasaan-kebiasaan baru yang sejalan dengan kemajuan teknologi agar ekonomi kita lebih kompetitif dan berdaya saing global,” ujar Ginandjar, dalam keterangan tertulis yang diterima Mcmnews.id, Minggu, (30/5/2021).

Ginandjar mengatakan, kemandirian adalah hakikat dari kemerdekaan yaitu hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya sendiri.

“Esensi kemandirian adalah keadilan sosial. Jadi, suatu bangsa tak bisa disebut sebagai mandiri ekonomi bila masih ada ketimpangan ekonomi di masyarakat,” jelasnya seraya mengingatkan saat ini 1% kelompok masyarakat menguasai sekitar 50% aset ekonomi nasional.

Dalam situasi ekonomi yang melesu akibat pandemi Covid-19, Ginandjar menawarkan empat prinsip dalam strategi pemulihan ekonomi nasional sekaligus sebagai landasan Bangsa Indonesia agar berdaya saing global. Yakni, menerapkan ekonomi inklusif, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Namun, ia menekankan, kelompok UMKM dan pedagang kecil harus tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional seperti halnya mereka menjadi tumpuan saat krisis 1998.

“Kelompok UMKM jangan sekadar dirawat namun juga harus dikembangkan agar berdaya saing global. Kemandirian bangsa juga bisa terwujud dengan adanya pemihakan pada sektor pertanian yang pada saat ini masih terbukti mampu bertahan dari kondisi pandemi Corona,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta, mengingatkan, konsepsi Bung Karno yang berkali-kali menekankan soal pembangunan nasional bukan semata-mata pembangunan ekonomi. Pembangunan nasional tidak hanya membicarakan ekonomi tetapi juga karakter bangsa, industri, infrastruktur Indonesia Timur dan Barat, budaya, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, menurut dia, meningkatkan peran UMKM merupakan strategi utama pemulihan ekonomi nasional saat ini.

“Gagasan itulah yang coba diterapkan Bung Karno ketika mengeluarkan Deklarasi Ekonomi Nasional (Dekon) 1963, Pembangunan Semesta Berencana Nasional 1960-1968 serta membentuk Dewan Perancang Pembangunan Nasional (Deppenas) yang kini menjadi Bappenas,” kata Arif.

Sekedar informasi, Webinar tersebut merupakan rangkaian Pra Kongres IV PA GMNI yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat 21-23 Juni 2021 mendatang.

Narasumber pada webinar tersebut, diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto; Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta; Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia ke-4 dan Founder Institute of Social Economic Digital (ISED) Sri Adiningsih; Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri 1998-1999 Ginandjar Kartasasmita; dan Ketua Umum Yayasan Pusat Pengkajian Kebijakan Nasional Indonesia (CINAPS) Prasetijono Widjojo Malangjoedo.