Detail

Berkah Pandemi Covid-19 Justru Mempercepat Digitalisasi Indonesia

Monday, 15 March, 2021, 12:54 WIB
Penulis: Muh Ari

Pandemi Covid-19 di satu sisi mendorong percepatan digitalisasi di Tanah Air. Hal ini tentunya punya nilai positif mempercepat akses digital ke semua sector mulai dari Pendidikan hingga industri yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Sjarifuddin Hasan dalam diskusi BAKTI Kominfo melaksanakan seminar live straming bertemakan “Pemanfaatan TIK oleh Masyarakat Sebagai Media Edukasi dan Bisnis”, Sabtu (13/03/2021).

Menurut Sjarifuddin Hasan, dengan indikator meningkatnya proses digitalisasi saat pandemik maka pemerintah harus semakin fokus bagaimana mempersiapkan infrastruktur agar generasi muda dan masyarakat itu bisa meningkatkan, memenuhi kebutuhan para konsumen yang ingin memiliki barang atau jasa, disinilah karena adanya permintaan yang juga begitu tinggi.

Dengan terpenuhi infrastruktur digital akan mendorong generasi milenial yang berusaha menciptakan produk apapun itu akan secara langsung menyerap tenaga kerja, begitu kapasitas produksi dibutuhkan akan memiliki beberapa suporting dari masyarakat yang akan membantu, inilah sirkulasi pada pertumbuhan ekonomi Kembali menuju arah yang positif,” ujarnya.

Dengan peningkatan infrastruktur digital maka generasi muda yang memang menjadi pemain utamanya dapat memanfaatkan momentum yang ada untuk menjadi seorang yang lebih kreatif, inovatif untuk menciptakan produk apapun,  khususnya bagaimana agar memenuhi permintaan yang ada.

“Kalau di lihat data statistik memang pada era pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi itu pasti terjadi kontraksi, kuartal pertama ini kontraksi masih dibawa kurang lebih sekitar minus 2%, tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang itu dengan demand yang tetap tinggi dengan tetap melakukan pembangunan-pembangunan yang merangsang pertumbuhan ekonomi.”

Pada kesempatan yang sama, Nursamsi, dosen Akademi Manajemen Ilmu Komputer Bogor  juga menjelaskan bahwa secara tidak langsung pandemi telah mendorong terjadinya perubahan terutama di sektor Pendidikan dengan melaksanakan pelajaran jarak jauh.

“Kondisi ini harus segera direspon cepat oleh institusi  dan dunia kerja untuk mempercepat akses digital di semua industri, karena konsumen dan pelaku usaha semakin bergantung kepada teknologi, industri perlu mempercepat proses digitalisasi untuk tetap relevan dan meningkatkan efesisensi,” ujarnya.

Tekanan lebih besar, lanjut dia, juga untuk masyarakat untuk memperbaharui keterampilan misalanya cyber security, mencari para peluang wirausaha agar segera terjadi pemulihan ekonomi. Selain itu juga dapat segera menciptakan cara-cara yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan.

“Saat pandemi dimulai pada saat bersamaan bahwa, sedang naik daunnya dunia IT yang lebih dikenal dengan masuk dalam era revolusi industri 4.0 jadi mempercepat daripada penggunaan ataupun revolusi industri nya sendiri, bahwa aspek kesehatannya, kemudian aspek sosialnya, aspek ekonominya dan juga aspek keuangan, semua terdampak oleh adanya pandemi.”

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Henri Subiakto, Guru Besar Komunikasi UNAIR menyampaikan bahwa saat ini beberapa wilayah belum terjangkau oleh internet. Berdasarkan data ada sekitar 12.500 desa yang belum terjangkau internet di seluruh Indonesia dari total 83.400 desa yang ada.

“Teknologi digital menyebabkan perubahan-perubahan yang luar biasa. Ini harus menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya.