Detail

Berhasil Tekan Angka Kerugian, Ketua DPRD Apresiasi Kinerja Manajemen Baru Bank Banten

Saturday, 14 August, 2021, 21:13 WIB
Penulis: Andre Pradana

MCMNEWS.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten telah mengeluarkan laporan pembukuan keuangan pada tanggal 30 Juli 2021 lalu. Dalam laporan tersebut Bank Banten mencatatkan kerugian dengan total Rp 101 Miliar.

Meski masih mencatatkan kerugian, namun, capaian kinerja Bank Banten patut diapresiasi. Pasalnya, manajemen baru Bank Banten berhasil menekan angka kerugian sebesar Rp 207 Miliar dari yang sebelumnya berjumlah Rp 308 Miliar diakhir tahun 2020.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni, mengatakan, meski dalam pembukuan pada bulan Juli 2021 Bank Banten masih mengalami kerugian, namun menurut Andra, manajemen baru Bank Banten telah membuat action plan demi mengakhiri tradisi merugi yang telah berjalan selama 4 tahun terakhir.

Selain itu, Andra mengungkapkan, dalam terobosan awal, manajemen baru telah berhasil dengan menjadikan Bank Banten sebagai Bank sehat dan sudah tidak menjadi Bank Dalam Pengawasan Khusus oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saya dapat laporan dari Komisi 3 DPRD saat rapat dengan manajemen baru Bank Banten beberapa waktu lalu, bahwa setelah RUPS manajemen baru, Bank Banten telah membuat Action Plan penyehatan Bank Banten, sehingga pada 6 Mei 2021 sudah tidak menjadi Bank Dalam Pengawasan Khusus lagi atau dengan kata lain Bank Banten telah sehat dapat beroperasi melayani nasabahnya kembali,” kata Andra Soni Kepada Mcmnews.id, Sabtu, (14/8/2021).

“Sejak awal Juni 2021 inilah sebetulnya manajemen baru Bank Banten memulai program kerjanya, yang saya dengar manajemen baru telah menyiapkan strategi khusus dan akan mengakhiri tradisi rugi di Bank Banten selama 4 tahun belakangan ini,” lanjut Andra.

Menurut Andra, semua stakeholder di Provinsi Banten harus mengapresiasi kinerja manajemen baru Bank Banten. Terlebih, lanjut Andra, manajemen baru Bank Banten memiliki tanggungan berat berupa ‘warisan’ kerugian.

Politisi Partai Gerindra itupun meminta semua pihak di Provinsi Banten untuk mendukung Bank Banten menjadi Bank kebanggaan masyarakat Banten.

“Dari data yang kami punya kerugian Bank Banten di akhir 2020 sebesar 308 Miliar, jika dibandingkan dengan posisi rugi pada juni 2021 sebesar 101 Miliar, artinya manajemen baru berhasil menekan kerugian,” terangnya.

“Bahkan pada bulan Maret 2021, pendapatan bunga dan fee Base income Bank Banten dari 64 Miliar, pada bulan Juli sudah mampu mencetak sekitar 160 Miliaran. Artinya tumbuh sekitar 260 persenan. Bahkan investor publik pun sudah menaruh kepercayaan kepada Bank Banten dengan harga saham sudah tembus di atas Rp.100-120 per lembar saham yang sebelumnya di sekitar Rp.50 – 90an per lembar saham,” tandas Andra.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin, menargetkan Bank kebanggaan masyarakat Banten tersebut dapat mencetak laba untuk Provinsi Banten pada akhir tahun 2021 ini.

Agus menuturkan, saat ini management Bank Banten tengah All Out melakukan langkah-langkah transformasi demi mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat Banten.

“Direksi perseroan kini merupakan para profesional dibidang jasa keuangan yang berasal dari berbagai latar belakang. Kami manajemen baru tengah berfokus melakukan berbagai transformasi yang bertujuan untuk menyehatkan perseroan. Insya Allah melalui berbagai strategi yang kini tengah kami jalankan, Bank Banten akan berhasil melakukan strategic turnaround,” kata Agus, beberapa waktu lalu, Kamis, (3/6/2021).

“Kami saat ini tengah berupaya untuk menghadirkan citra baru Bank Banten yang diharapkan bisa mendapat kepercayaan publik, baik itu customer, stakeholders, ataupun potential investors. Perbaikan kinerja yang kami targetkan dapat segera terjadi itu diharap bisa mendorong lebih banyak pihak untuk berinvestasi di Bank Banten,” lanjutnya.

Mantan Direktur Utama Bank Kalsel itupun berharap kedepannya Bank Banten dapat berjalan secara mandiri tanpa ketergantungan pendanaan dari Pemprov Banten.

“Bahkan kami akan berupaya keras untuk mencetak laba sehingga bisa memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) yang signifikan kepada Provinsi Banten,” tuturnya