Detail

Zhang Yiming, Bos Perusahaan Induk TikTok ByteDance Resign Agar Bisa Melamun dan Baca Buku

Sabtu, 29 Mei, 2021, 13:55 WIB
Penulis: Ginan

MCMNEWS.ID  –   CEO ByteDance, Zhang Yiming telah memutuskan untuk resign atau mengundurkan diri dari perannya untuk memimpin perusahaan. ByteDance sendiri merupakan perusahaan teknologi internet dari China yang terkenal karena menghasilkan platform video pendek TikTok.

Pendiri ByteDance yang masuk 10 besar orang terkaya di China memiliki alasan tersendiri untuk resign.

Zhang mengumumkan bahwa ia akan beralih ke peran baru di perusahaan pada akhir tahun ini dan “fokus pada strategi jangka panjang.”

Dilansir dari The New York Times, Sabtu (29/5/2021), dalam surat kepada karyawan yang diunggah di laman resmi perusahaan Zhang mengatakan posisinya akan diisi oleh pendiri sekaligus Head of Human Resources ByteDance Liang Rubo.

“Setelah mengalihkan peran saya dari posisi CEO dan mengalihkan tanggung jawab dari kegiatan manajemen sehari-hari, saya akan memiliki lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi strategi jangka panjang, budaya organisasi, serta tanggung jawab sosial dengan perspektif yang lebih obyektif bagi perusahaan,” tulis Zhang.

Zhang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO di usianya yang ke 38 tahun. Ia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2012 lalu, dan kini telah bernilai sekitar 400 miliar dollar AS atau Rp 5.720 triliun (kurs Rp 14.300).

Dia mundur dengan mengantongi harta kekayaan sekitar Rp629 triliun.

Dengan kekayaan yang dimilikinya itu, Zhang Yiming berhasil masuk dalam daftar 30 orang terkaya di dunia.

Zhang memimpin perusahaan induk TikTok tersebut dengan fokus menjalani ekspansi global. Ia telah meruntuhkan berbagai hirarki internal dan berupaya untuk membangun tenaga kerja yang memiliki motivasi sehingga perusahaan dapat tetap tumbuh tanpa kehilangan kelincahan sebagai sebuah perusahaan rintisan.

Uniknya, tidak seperti CEO lain yang muncur lalu menciptakan perusahaan lain atau proyek besar lainnya, Zhang punya ide lain.

Zhang memilih menjadi ‘orang rumahan’.

Di mana dia lebih suka menyindiri.

“Saya tidak terlalu sosial, dan saya lebih suka kegiatan yang menyendiri.”

“Seperti melakukan kegiatan online, membaca, mendengarkan lagu, serta melamunkan hal-hal yang mungkin akan terjadi,” ujar dia.