Detail

Tahun 2025 Tak Boleh Ada Lagi yang Gagap Digital

Selasa, 8 Juni, 2021, 23:06 WIB
Penulis: Muh Ari

Anggota Komisi 1 DPR RI, A. Helmy Faishal menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah memasuki era yang disebut dengan revolusi 4.0, dimana semua melakukan sebuah transformasi digital besar-besaran.

Masyarakat ini sudah mulai berubah dari apa yang disebut sebagai ruang serba fiscal space menuju apa yang disebut sebagai ruang serba digital, masyarakat sudah berpindah dari titik A menuju ke cyber space maka dalam konteks ini agar tidak gagap.

“Terlebih pada tahun 2025 berdasarkan satu survei yang dapat di percaya, penduduk Indonesia 70% akan dihuni oleh generasi milenial, maka dengan era yang sangat baru ini, di harapkan tidak ketinggalan, sekaligus bisa menjadi bagian penting dari proses perubahan,” ujarnya dalam diskusi Bakti Kominfo, Selasa (08/06/2021).

Memasuki era ekonomi digital, lanjutnya, maka membangun satu bisnis dengan mengembangkan platform digital melalui media sosial, banyak pembeli sekarang ini hunting barang tidak secara langsung tetapi melalui media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis menyebut saat ini sebanyak 85 persen atau sekitar 83.218 desa atau kelurahan di Indonesia telah mendapatkan akses 4G. Sementara itu, di sisi lain, dari hasil sensus penduduk 2020, jumlah generasi Z dan milenial mendominasi populasi penduduk Indonesia.

“Indonesia saat ini mengalami bonus demografi, hal ini ditandai dengan semakin berkurangnya jumlah penduduk Indonesia usia tua, sebaliknya jumlah penduduk usia produktif mengalami peningkatan atau mendominasi seperti yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Ia menilai potensi demografi Indonesia saat ini sangat besar untuk penguatan dan pengembangan wirausaha muda produktif dan berkualitas. Ada titik cerah di balik ekonomi yang merosot.

“Kalau di lihat perkembangan teknologi melahirkan peluang baru khususnya seperti e-commerce, contoh jubah pelanggan yang berbentuk PT atau CV meningkat hingga 2020 rata-rata sebesar 38,3 persen dibandingkan tahun 2019, artinya apa situasi ini dimanfaatkan menjadi peluang, terlebih sekarang melakukan pendirian PT sudah bisa dilaksanakan online melalui ahu.go.id. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atau Ditjen AHU,” katanya.

Menurutnya, keberadaan layanan online ini memberi keleluasaan dalam proses pembuatan PT yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Terlebih bagi para calon pengusaha muda. Jadi tidak ada lagi birokrasi dipersulit saat ini.

“Indonesia pilar ekosistem startup Asia Tenggara, 9 startup terbesar di Asia Tenggara 5 dari Indonesia yaitu Gojek, Tokopedia, Bukalapak, OVO dan Traveloka,” katanya.

Ia menambahkan untuk melakukan transformasi digital, negara membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang atau perlu sebuah persiapan atau kurang lebih 600.000 orang per tahun. “Sehingga bisa membangun sebuah ekosistem yang baik bagi tumbuhnya talenta-talenta digital,” katanya.