Detail

Momentum Manfaatkan Peluang Bisnis Digital di Era Pandemi

Monday, 16 August, 2021, 10:30 WIB
Penulis: Muh Ari

Akademisi Universitas Esa Unggul, Gun Gun Siswadi menjelaskan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020 yaitu 196.71 juta jiwa atau 73.7% dari jumlah penduduk Indoneisa.

Di era digital dan pandemi Covid-19, masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan semua aktivitas dilakukan melalui digital, era digital dan pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya transformasi di bidang sosial dan bisnis dan harus beradaptasi dengan digitalisasi.

“Era digital dan pandemi sebagai momentum untuk meningkatkan dan mengembangkan literasi sosial dan bisnis. Transformasi digital di sekitar kita seperti pendidikan yang tadinya offline menjadi online, dalam dunia bisns juga beralih ke digital, seperti bertani sudah menggunakan aplikasi,” ujarnya dalam diskusi yang digagas BAKTI Kominfo bertemakan “Pemanfaan TIK untuk Sosial dan Bisnis” dikutip Sabtu 14 Agustus 2021.

Menurutnya, era internet saat pandemik adalah peluang besar membuka usaha, Pasalnya, sosial media dapat dimanfaatkan sebagai media iklan. Saat ini juga mudah memantau pergerakan harga, mempermudah komunikasi bisnis, serta memangkas jalur distribusi.

“Go digital strategi bisnis di era pandemi yaitu bisa memperkuat sistem digital, memanfaatkan pemasaran daring via medsos, laman dan marketplace, berkolaborasi dengan mitra bisnis, menambah tipe produk, meningkatkan inovasi produk dan pelayanan,” jelasnya lagi.

Dalam diskusi yang sama, anggota Komisi I DPR Rizki Sadig memahami keluhan para pelajar di daerah soal kesulitan dalam proses belajar online karena jaringan internet belum stabil. Apalagi kemampuan ekonomi di daerah juga belum merata.

“Pemerintah bersama dengan DPR Komisi untuk mengalokasikan anggaran begitu besar membangun jaringan-jaringan internet ataupun jaringan-jaringan digital di seluruh wilayah Indonesia, sangat susah, susah sekali banyak pulau-pulau, banyak lautan, banyak bukit, gunung dan sebagainya,” katanya.

Ia mengklaim saat ini perkembangan teknologi memang begitu dahsyat. Bahkan melebihi kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan perkembangannya.

“Pandemi telah memaksa kita untuk mau tidak mau belajar menyesuaikan diri ataupun mengikuti perkembangan TIK, mau tidak mau memaksa kita untuk kemudian tidak menjadikan TIK sebagai barang mewah,” katanya.