Detail

Pertumbuhan Smartphone Melebihi Jumlah Penduduk, Cuma Dipakai Main Sosmed dan Belanja

Jumat, 24 September, 2021, 21:47 WIB
Penulis: Muh Ari

Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig menilai adanya perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Ia mengingatkan jangan sampai generasi muda yang jumlahnya hampir 60 persen dari populasi jumlah penduduk Indonesia ini, tidak bisa menggunakan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuan diri.

“Khususnya di bidang yang meningkatkan kapasitas dan produktivitas kita bisa di bidang usaha, di bidang pengetahuan, bisa di jaringan bisnis dan lain sebagainya,” kata Rizki dalam diskusi BAKTI Kominfo RI bertema “Generasi Cakap Digital”, Jumat (24/9/2021).

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk hal yang positif. Masyarakat juga harus dapat menerapkan sensor pribadi terhadap konten yang dianggap negatif.

“Kita harus menerapkan sensor pribadi terhadap hal-hal yang itu bisa berimplikasi kepada diri kita, marilah kita memproduksi konten-konten yang positif. Di sisi lain kita juga harus memproteksi diri kita dari konten-konten ataupun berita-berita yang itu akan menimbulkan hal negatif, karena jejak digital sampai kapapun tidak pernah terhapus,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pengawas PFN Rosarita Niken Widiastuti menyampaikan bahwa saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 274 juta lebih, tapi penyebaran smartphone di masyarakat melebihi populasi bahkan 125 persen.

“Lingkungan itu menuntut agar kita cepat beradaptasi terhadap perubahan yang tidak terduga, lingkungan yang tidak menentu yang kompleks ambigu ini. Jadi kita harus menyesuaikan diri intinya seperti itu tantangan di era digital.: ujarnya,

Merujuk pada data Digital Reports Indonesia Dataportal.com pada 2021, terdapat 170 juta pengguna aktif media sosial atau 61,8 persen dari populasi.

Setiap orang rata-rata menghabiskan waktu 8 jam 52 menit setiap hari untuk menggunakan internet. Sebanyak 96,3 persen orang menggunakan ponsel untuk kebutuhan media sosial dan 78,2 persen menggunakannya untuk berbelanja daring.

Masih dari sumber data yang sama, sebanyak 39,2 persen masyarakat Indonesia mendapatkan informasi tentang produk baru dari iklan di media sosial dan sebanyak 39 persen mendapatkan informasi tentang produk baru dari rekomendasi atau komentar di media sosial.