Detail

Internet Tembus Kota-kota Kecil, Pertumbuhan Bisnis Online 2025 Diprediksi 4 Kali Lipat

Jumat, 4 Juni, 2021, 11:14 WIB
Penulis: Muh Ari
Guru Besar Komunikasi UNAIR Henri Subiakto

Pembangunan insfrastruktur digital yang terus didorong oleh pemerintah ikut mendorong pertumbuhan bisnis online. Pelaku usaha dari pada 2025 mendatang diprediksi tumbuh hingga 3,7 lipat.

Seperti yang disampaikan oleh Guru Besar Komunikasi UNAIR Henri Subiakto. Menurutnya, bisnis secara online masih akan terus berkembang. Dukungan dari perkembangan teknologi semakin mempermudah pertumbuhan bisnis yang semakin mengarah ke digitalisasi.

“Bisnis online Indonesia 2025 diperkirakan tumbuh 3,7 kali lipat, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat dan akses internet yang sudah mencapai kota-kota kecil,” ujarnya dalam diskusi Bakti Kominfo yang bertema Seminar Merajut Nusantara bertemakan “Peran Internet dalam Bisnis di Era Globalisasi” (03/06/2021).

Ia menuturkan, peningkatan pembayaran online di masa pandemi seperti melalui ShopeePay, OVO, GoPay, DANA, LinkAja, perkembangan pembayaran online mengalami kenaikan 40 persen. Kemudian, lanjut dia, berkembang juga model omni channeling dan terjadi kenaikan penggunaan aplikasi-aplikasi hiburan di internet, games lebih 100 persen, TikTok dan lain-lain lebih 20 persen.

“Alasan kenapa harus bisnis online menjangkau pasar yang luas semua orang di seluruh Indonesia bahkan dunia dapat mengakses produk Anda dan melakukan transaksi, tidak harus ada lokasi bebas menentukan lokasi bisnis, karena transaksi dilakukan melalui internet, memangkas biaya dan potensi pendapatan tidak terbatas,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kunci sukses bisnis online yaitu memiliki koneksi internet yang baik, memiliki website dan akun, memiliki analytic website, memiliki dana yang sesuai, kontinuitas dan keteraturan, lindungi privasi pelanggan, riset competitor, dan jangan menyerah.

Terlebih, momentum pandemi COVID-19 yang membuat semua orang membatasi pergerakan, semakin menumbuhkan minat berbisnis secara online.

“Lonjakan penggunaan teknologi digital di masa pandemi, penggunaan aplikasi online seperti belajar, bekerja, konsultasi kesehatan semakin meningkat 443 persen saat di terapkan kebijakan WFH, ritel online juga naik 400 persen,” tuturnya.

Pada seminar yang sama, anggota Komisi I DPR Alimin Abdullah menilai pandemi COVID-19 telah menjadikan rakyat kesulitan dalam hal ekonomi. Tapi, dengan adanya internet, masyarakat dapat memanfaatkan peluang.

“Orang yang tidak punya pekerjaan bisa mendapatkan suatu income dengan adanya usaha kecil, dan banyak yang berpikir akan tutup karena dilarang buka, tetapi dengan adanya internet ini bisa menjadi lancar,” dalam diskusi daring, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, bila penggunaan internet diarahkan dari hal negatif ke yang lebih positif maka akan membantu dalam dunia bisnis dan usaha. “Saya yakin kalau bisa melakukan dengan baik ini merupakan satu peluang dan di Indonesia ini sepengetahuan saya hampir di atas 80 persen sudah menggunakan internet,” katanya.