Minggu, 27 Sep 2020 | WIB

Warga Protes Terhadap Dugaan Penyelewengan Ijin Pemasangan Asal-asalan Kabel Telkom Di Dalam Drainase

Bang Noy
Penulis: Bang Noy
Diterbitkan: 23 Desember 2019, 12:47 WIB
MCMNEWS.ID | Kondisi Pekerjaan Pemasangan Kabel Telkom di Drainase Jalan Raya Ciater Raya,Tangsel. (Dok : Andre)

TANGSEL, MCMNEWS.ID – Ketua Lembaga Masyarakat Bina Cinta Lingkungan keberatan terhadap pekerjaan pemasangan kabel Telkom menggunakan drainase kota yang dilakukan dijalan Ciater Raya sektor 1.6 BSD,Tangerang Selatan.

Keberatan tersebut terkait dugaan tindakan pemasangan kabel yang dilakukan asal-asalan tidak sesuai dengan surat ijin yang ada.

Pemasangan Kabel Terhadap Lubang Jalur Drainase di Jalan Ciater Raya, Tangerang Selatan. (Dok : Andre)

“Diketahui bahwa izin yang diberikan untuk pekerjaan tersebut adalah menggali tanah dengan kedalaman 150 cm dari permukaan jalan terendah katanya,” ujar dia kepada MCMNEWS.ID, Minggu, (22/12/2019).



Ketua lembaga Masyarakat Bina Cinta Lingkungan (M-BCL) Syamsul Rijal mengkhawatirkan bila pekerjaan tersebut terus dilakukan dengan asal-asalan menggunakan drainase dan tidak sesuai dengan ijin yang ada drainase akan tersumbat dan air akan genangi jalan dan akhirnya terjadi banjir.

Walaupun pekerjaan sudah mendapat izin dari pemerintah kota, Syamsul tetap meminta pekerjaan dihentikan sementara sampai ada penjelasan dan klarifikasi serta pengawasan dari para pihak yang berwenang dalam pengambilan keputusan serta pengawasan secara fisik dalam proses pekerjaannya.

Kegiatan Pekerja Pemasangan Kabel Telkom di Jalan Ciater Raya, Tangsel. (Dok : Andre)

Karna sampai saat ini kami belum mendapatkan klarifikasi dan keputusan solusi atas pekerjaan yang melanggar ketentuan tersebut. Yang ternyata pekerjaan tetap berlanjut dan tetap memanfaatkan drainase kota.

“Ini sangat disayangkan jika cara-cara bermasalah seperti ini dibiarkan terus terjadi dilapangan dalam proses pembangunan kota Tangsel,” jelas dia.

“Bahkan akan menjadi citra buruk dalam mencapai motto Kota Tangerang Selatan Cerdas-Modern-Religius.”tutup Syamsul.

back-to-top