Detail

Tumbuhnya Industri Digital Mendesak RUU Perlindungan Data Pribadi Segera Disahkan

Thursday, 12 August, 2021, 19:34 WIB
Penulis: Muh Ari

Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman menilai pentingnya pembahasan rancangan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi. Sebab bila sudah disahkan maka UU ini akan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Setiap kali mereka menggunakan gadgetnya untuk berbelanja, untuk bisa menggunakan aplikasi-aplikasi digital ataupun internet tanpa rasa takut bahwa datanya akan diserap tanpa sepengetahuan kita,” kata Rizki dalam diskusi yang digagas BAKTI Kominfo bertemakan “Membuat Ekosistem Digital di Era Industri 4.0”, Kamis (12/8/2021).

Saat ini, lanjut dia, data pribadi bagi masyarakat tertentu mungkin tidak begitu dipersoalkan. Sebab masyarakat tersebut lebih peduli pada soal infrastruktur, pembangunan jalan hingga harga pangan.

“Setiap ada pelaksanaan digitalisasi atau setiap kali kita pakai gadget kita, pasti ada data kita yang terambil, ini yang sedang diurusin sama Komisi 1 dengan Kementerian Kominfo,” katanya.

Ia menjelaskan di era digitalisasi saat ini, masyarakat sudah mulai membeli sesuatu secara online dan instan. Lalu misalnya saat menggunakan zoom atau pun tiktok akan ada data yang diambil.

“Setiap ada pelaksanaan digitalisasi atau setiap kali kita pakai gadget kita pasti ada data kita yang terambil,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, digitalisasi ataupun ekosistem digital, kehidupan sekitar 10 – 20 tahun lalu perbedaannya sangat pesat sekali dibanding dengan dengan kehidupan yang ada sekarang ini.

“Beda sekali dengan anak-anak kita, saudara-saudara kita, adik-adik kita di abad 21 yang sudah memasuki tahun 2021 ini,” ujarnya.

Ia mengisahkan, pada tahun 1999 saat dirinya masuk di SD di daerah Pandeglang, belum ada yang namanya handphone, orang-orang masih pakai pager itupun jarang sekali.

“Sinyal belum ada di sana, perkampungan masih jauh sekali dari kota, akses petani ke pasar masih sangat sulit sekali, pembangunannya juga masih sangat-sangat memprihatinkan pada saat itu. Sekarang dari tahun 2000-an awal hingga saat ini dengan adanya perkembangan teknologi dan lain sebagainya bisa, daerah sana (Pandeglang) ter-cover dengan lebih baik,” tuturnya.

Namun demikian menurutnya, saat ini masih ada PR besar bagi pihaknya yang duduk di kursi DPR maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Yakni, kata dia, perihal masih banyaknya penyalahgunaan teknologi melalui info-info yang tidak bertanggung jawab bersliweran di internet.

“Ini yang sama-sama kita pikirkan, kita ingin punya negara seperti apa,” jelasnya.