MCMNEWS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Zona 3 DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, mendesak kepada pemerintah untuk menggratiskan tes PCR.
Koordinator Nasional BEM PTM Zona 3, Hendi, mengatakan, berdasarkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 34 ayat 3 yang berbunyi ‘Negara bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak’. Sehingga, lanjutnya, pemerintah dan aparatur memiliki kewajiban untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang dapat menjamin seluruh masyarakat agar mendapatkannya dengan cara yang terjangkau.
“Salah satu hal yang harus di lakukan oleh negara adalah dengan cara mensejahterakan rakyat nya serta memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat, agar masyarakat dapat memperoleh akses serta fasilitas yang setara agar dapat menjaga kondisi kesehatan mereka secara lahir dan batin,” kata Hendi, saat menyalurkan aspirasinya di Gedung Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Kota Tangerang, ditulis Kamis (4/11/2021).
Menurut Hendi, kondisi dan fakta yang terjadi dilapangan tidaklah sesuai dengan apa yang diungkapkan dalam UUD 1945, yang menurutnya pemerintah malah mempersulit masyarakat dengan menetapkan kebijakan yang membuat maysarakat diharuskan melakukan tes PCR dengan tarif harga yang mahal.
“Sehingga tidak dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat ketika ingin melakukan perjalanan. Padahal pemerintah sebelumnya telah melakukan gerakan vaksinisasi nasional yang bertujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat,” tuturnya.
“Jadi seolah-olah kebijakan tes PCR sebagai syarat untuk melakukan perjalanan jauh merupakan salah satu bentuk kong-kalikong pemerintah terhadap para pebisnis dan mafia kapitalis untuk mengeruk uang rakyat dengan cara tes PCR, sehingga membuat tes PCR menjadi lahan basah dari sebuah bisnis dimasa pandemi,” lanjutnya.
Sementara itu, mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Yoga Pangestu Putra, menerangkan, pihaknya bersama-sama mendorong harga test PCR serendah mungkin agar bisa diakses semua orang.
“Seharusnya pemerintah itu mendukung, bukan ikut berbisnis, jika memang perlu test PCR ini kita adakan gratis, jika memang pemerintah bersama rakyat,” tandasnya.