Detail

Roy Suryo: Punya HP Jangan Cuma untuk Chatting Ngobrol Saja, Harus Bisa Jadi Pebisnis Hebat!

Tuesday, 4 May, 2021, 14:37 WIB
Penulis: Muh Ari

Pemerhati Multimedia & Telematika Roy Suryo mengatakan, saat ini adalah era baru perkembangan teknologi, Menurutnya, teknologi telah mempermudah manusia dalam bertransaksi dan berbisnis sehingga siapapun bisa saja menjadi seorang entreprenuer.

“Ini lah era marketplace, era di mana bisa menjadi produsen sekaligus konsumen. Bisa berkarya, bisa bekerja, bisa memanfaatkan apa yang ada jualan melalui Instagram atau di Facebook. Ini lah perkembangan mulai dari jualan di lapak pasar waktu itu, sampai dengan era marketplace sekarang,” ujar Roy Suryo dalam Seminar Merajut Nusantara bertemakan “Menyiapkan Generasi Bangsa Yang Unggul Dengan Internet Yang Sehat dan Produktif” yang diadakan oleh BAKTI Kominfo, dikutip Senin 3 Mei.

Roy Suryo menambahkan, maka dari itu, siapa saja bisa menjadi seorang pebisnis atau entreprenuer. Apalagi, pasar di Indonesia sangat besar, di mana pengguna internet dan media sosial selalu meningkat setiap tahunnya.

“Ini tentu peluang besar seseorang bisa membuat perubahan, memberikan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.

Roy Suryo menyebut perkembangan internet kini lebih pesat dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Begitu pun dengan pertumbuhan ponsel.

“Yang menarik pertumbuhan handphone-nya, meskipun handphone itu sudah jauh lebih banyak dari manusianya, tetapi pertumbuhan handphone itu jauh lebih cepat dari pertumbuhan manusia, handphone-nya pertumbuhannya 1,2 persen dibandingkan dengan tahun lalu, demikian juga koneksi internetnya,” kata.

Ia menyebutkan jumlah penduduk Indonesia tahun 2020 sebanyak 274,9 juta jiwa. Lalu tahun ini pertumbuhan penduduk meningkat sebanyak 1,1 persen.

“Demikian juga koneksi internetnya, tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini, pada bulan yang sama bulan Januari 2020 dibandingkan sekarang atau 2 bulan yang lalu 2021 itu meningkat 15,5 persen,” katanya.

Menurutnya, dengan perkembangan teknologi dan internet yang pesat, sayang jika ponsel hanya digunakan untuk percakapan singkat saja. Sebab sekarang eranya marketplace.

“Era di mana bisa menjadi produsen sekaligus konsumen, bisa berkarya, bisa berkerja, bisa memanfaatkan apa yang ada jualan melalui Instagram atau di Facebook,” kata Roy.

Meski begitu, ia mengakui, diantaranya sisi positif dari perkembangan teknologi, ada juga sisi negatifnya. Misalnya perdagangan narkoba secara online, perdagangan manusia, hingga kejahatan cyber lainnya.

“Terrorism berupa ajaran-ajaran radikalisme melalui media sosial dan kejahatan cyber lainya salah satunya berupa malware atau illegal access,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi I DPR Alimin Abdullah menyebutkan contoh lain dari perkembangan teknologi dan internet. Misalnya merebaknya situs pornografi hingga judi online.

“Pemanfaatan teknologi informasi di dunia saat ini dapat diibaratkan sebagai pisau bermata dua,” katanya pada kesempatan yang sama.